Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Sintang Hadapi Tantangan Pendidikan dan Infrastruktur di Tengah Bonus Demografi yang Belum Optimal

Riska Nanda Kumala Sari • Senin, 14 April 2025 | 14:23 WIB
Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala
Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala

PONTIANAK POST - Kabupaten Sintang saat ini tengah menikmati bonus demografi dengan 68 persen penduduknya berada dalam rentang usia produktif, yakni antara 15 hingga 64 tahun. Namun potensi besar ini dinilai belum diimbangi dengan kualitas sumber daya manusia dan infrastruktur yang memadai.

Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala menuturkan rata-rata lama sekolah masyarakat Sintang masih berada di angka 7,6 tahun. Artinya, sebagian besar penduduk hanya menyelesaikan pendidikan setingkat SMP. Padahal kualitas pendidikan menjadi kunci untuk memanfaatkan bonus demografi agar berdampak positif terhadap pembangunan.

“Kita punya potensi luar biasa dengan mayoritas penduduk di usia produktif, tapi rata-rata lama sekolah baru 7,6 tahun. Ini harus menjadi perhatian serius,” ujar Bala di Sintang, kemarin.

Di sisi lain, sektor ekonomi masih ditopang oleh pertanian sebagai penyumbang terbesar produk domestik regional bruto (PDRB), dengan kontribusi sekitar 23 persen. Bala menyebutkan saat ini, pertumbuhan ekonomi Sintang berada pada kisaran 4 hingga 4,6 persen.

Namun angka kemiskinan tercatat masih cukup tinggi di angka 8,03 persen lebih tinggi dari rata-rata Provinsi Kalimantan Barat yang berada di sekitar 6 persen.

Permasalahan lain yang tak kalah penting adalah buruknya kondisi infrastruktur, terutama jalan. Dari seluruh jaringan jalan yang ada di Sintang, hanya 11 persen yang dikategorikan dalam kondisi mantap. Sisanya berada dalam kondisi rusak sedang hingga berat.

“Kita harus jujur melihat tantangan ini. Kondisi jalan yang rusak parah jelas berdampak pada akses ekonomi, pendidikan, dan layanan publik,” kata Bala.

Meski dihadapkan pada keterbatasan, termasuk pemotongan anggaran dari pemerintah pusat, Pemkab Sintang tetap berupaya menyusun perencanaan jangka menengah yang konkret. Saat ini, pemerintah daerah tengah menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) untuk periode 2025–2029.

“Pemotongan anggaran harus kita pahami sebagai bagian dari dinamika nasional. Tapi itu tidak boleh membuat kita kehilangan semangat. Penyusunan RPJMD harus menjadi momentum untuk menerjemahkan visi dan misi kami menjadi rencana pembangunan yang terukur dan berdampak langsung,” tambah Bala.

Dengan kondisi yang ada, Pemerintah Kabupaten Sintang dituntut untuk melakukan lompatan strategis, terutama dalam peningkatan mutu pendidikan dan pembenahan infrastruktur dasar.

"Bonus demografi yang ada saat ini menjadi peluang sekaligus tantangan, tergantung bagaimana kebijakan diarahkan dan dilaksanakan," tutup Bala.(nda)

Editor : Hanif
#sintang #RPJMD #PDRB #infrastruktur #bonus demografi #sumber daya manuasia