Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Waspada IMS: Wanita Lebih Rentan Tertular Gonore dan Sipilis

Riska Nanda Kumala Sari • Sabtu, 19 April 2025 | 16:30 WIB
Elisabeth, Penanggung Jawab Program IMS di Puskesmas Sungai Durian, yang mengingatkan pentingnya peningkatan pemahaman terhadap bahaya penyakit IMS.
Elisabeth, Penanggung Jawab Program IMS di Puskesmas Sungai Durian, yang mengingatkan pentingnya peningkatan pemahaman terhadap bahaya penyakit IMS.

PONTIANAK POST - Wanita disebut sebagai kelompok yang paling rentan terhadap penularan infeksi menular seksual (IMS), khususnya gonore dan sipilis. Hal ini disampaikan oleh Elisabeth, Penanggung Jawab Program IMS di Puskesmas Sungai Durian, yang mengingatkan pentingnya peningkatan pemahaman masyarakat terhadap bahaya penyakit ini.

Menurut Elisabeth, penularan gonore dan sipilis memang dapat terjadi pada siapa saja, namun kenyataannya perempuan menjadi pihak yang paling banyak tertular.

“Kalau pada laki-laki, mungkin karena mereka lebih sering menjadi penular, tapi yang justru banyak tertular itu perempuan,” ujar Elisabeth di Sintang kemarin.

Gonore dan sipilis merupakan dua jenis IMS yang kerap tidak menampakkan gejala pada tahap awal, sehingga penderita kerap tidak menyadari telah membawa infeksi dan menularkannya ke pasangan.

"Pada perempuan, kondisi ini bisa lebih berbahaya karena infeksi dapat berkembang tanpa disadari hingga menyebabkan komplikasi serius, termasuk gangguan kesuburan dan infeksi pada organ reproduksi," jelasnya.

Elisabeth juga menyoroti bahaya sipilis yang jika tidak ditangani segera, bisa menyerang sistem saraf pusat dan mengakibatkan kerusakan otak hingga kematian. “Kalau sudah menyerang sel-sel otak, itu bisa menyebabkan kematian,” tegasnya.

Sebagai langkah pencegahan, ia mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menjaga hubungan seksual. Kesetiaan terhadap pasangan menjadi kunci utama dalam mencegah penyebaran IMS. Namun jika seseorang tetap memilih untuk melakukan hubungan seksual di luar pasangan, penggunaan alat pengaman seperti kondom sangat dianjurkan.

“Penularan bisa datang dari siapa saja. Jadi kalau memang melakukan hubungan seksual di luar pasangan, ya tetap gunakan pengaman,” imbuhnya.

Masyarakat juga diminta untuk tidak ragu memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila merasa berisiko atau mengalami gejala mencurigakan. Deteksi dini dan pengobatan yang tepat menjadi langkah penting dalam mencegah penularan lebih lanjut, terutama kepada perempuan yang memiliki risiko lebih tinggi. (nda)

Editor : Miftahul Khair
#sipilis #waspada #gonore #infeksi menular seksual #ims