Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Sintang Siap Terapkan Sistem Pembelajaran Baru Mulai Tahun Ajaran 2025/2026

Riska Nanda Kumala Sari • Senin, 5 Mei 2025 | 16:40 WIB
Photo
Photo

PONTIANAK POST - Pemerintah Kabupaten Sintang menyatakan kesiapan untuk mengadopsi sistem pembelajaran baru yang digagas pemerintah pusat. Kebijakan ini akan mulai diterapkan pada tahun ajaran 2025/2026 dan membawa sejumlah perubahan mendasar di seluruh jenjang pendidikan.

Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala, mengungkapkan bahwa reformasi ini mencakup penerapan deep learning atau pembelajaran mendalam, pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA), serta integrasi materi pengajaran seputar coding dan kecerdasan buatan (AI) ke dalam kurikulum.

“Ini bukan sekadar soal teknologi atau ujian, tetapi perubahan cara pandang kita terhadap proses belajar-mengajar,” ujar Bala di Sintang, kemarin.

Menurutnya, sistem baru ini dirancang untuk mendorong siswa berpikir kritis dan beradaptasi dengan tantangan masa depan.

Tak hanya dari sisi kurikulum, perubahan juga menyentuh aspek pembentukan karakter siswa. Salah satu program baru yang akan diterapkan adalah “Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”, yang mendorong gaya hidup sehat dan tanggung jawab sosial. Mulai dari bangun pagi, makan bergizi, hingga aktif di masyarakat menjadi bagian dari rutinitas yang dibangun sejak dini.

Untuk jenjang pendidikan anak usia dini, akan diperkenalkan Album Kicau sebuah kumpulan lagu anak-anak yang ditujukan untuk memperkuat nilai karakter melalui musik dan nyanyian. “Ini langkah kecil yang punya dampak besar bagi perkembangan anak-anak kita,” ungkap Bala.

Peran guru juga mengalami pergeseran. Mereka tidak lagi hanya bertugas menyampaikan materi, tetapi juga didorong untuk menjadi mentor dan konselor bagi siswa.

“Guru harus menjadi teman berpikir dan pembimbing moral bagi muridnya. Mereka tidak boleh berdiri di belakang, tapi selalu di sisi anak-anak,” tambahnya.

Bupati menekankan bahwa keberhasilan transformasi pendidikan ini tak bisa hanya mengandalkan pemerintah. “Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah, orang tua, masyarakat, dunia usaha, dan media massa harus bersinergi,” jelasnya.

Menurutnya, keterbatasan sumber daya dan anggaran membuat kolaborasi menjadi kunci utama. “Tanpa dukungan semua pihak, pendidikan akan sulit menjawab tantangan zaman," pungkasnya. (nda)

Editor : Hanif
#Gregorius Herkulanus Bala #Sistem Belajar Siswa #tka asal cina masuk buton #ai #Pemkab Sintang #bupati sintang