PONTIANAK POST - Para kepala sekolah TK, SMP, dan Satuan Pendidikan Nonformal (SKB) di Kabupaten Sintang diminta untuk memperkuat kolaborasi, meningkatkan kualitas manajemen sekolah, serta menjaga integritas dalam tata kelola pendidikan.
Hal ini disampaikan oleh Staf Ahli Bupati Bidang Perekonomian, Pembangunan, dan Keuangan, Helmi, dalam rapat koordinasi bersama para pemangku kepentingan pendidikan.
Dalam arahannya, Helmi menekankan pentingnya peningkatan komunikasi antara sekolah dengan Dinas Pendidikan serta antar-satuan pendidikan untuk memperkuat sinergi dan efektivitas kebijakan. “Mari tingkatkan komunikasi dan koordinasi dengan dinas pendidikan dan antar sekolah,” ujar Helmi di Sintang, kemarin.
Ia juga mendorong pemanfaatan teknologi guna mendukung proses manajemen sekolah dan pembelajaran. “Manfaatkan teknologi untuk mendukung manajemen sekolah dan proses pembelajaran,” kata Helmi.
Lebih jauh, ia menyoroti pentingnya membangun budaya integritas dalam lingkungan sekolah. “Jaga integritas, transparansi, dan akuntabilitas dalam tata kelola pendidikan,” tegasnya.
Helmi menambahkan bahwa menciptakan lingkungan belajar yang positif menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya peningkatan mutu pendidikan. “Bangun suasana sekolah yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi peserta didik dan guru,” ucapnya.
Ia juga menekankan bahwa rapat koordinasi seharusnya tidak hanya menjadi kegiatan rutin tahunan, melainkan ruang untuk refleksi dan inovasi bersama.
“Mari kita jadikan rapat koordinasi ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi benar-benar sebagai ruang refleksi, inovasi, dan penguatan peran kita semua dalam ekosistem pendidikan,” katanya.
Menurut Helmi, dengan semangat kolaborasi, tantangan pendidikan dapat diatasi bersama. “Saya yakin dan percaya, dengan semangat kebersamaan, kita mampu menjawab setiap tantangan dan menghadirkan pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan untuk seluruh anak di Sintang,” tutupnya. (nda)
Editor : Hanif