Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Pekan Gawai Dayak Sintang Usung Konsep Edukatif, Tampilkan Tradisi Dayak dan Gerakkan UMKM

Riska Nanda Kumala Sari • Sabtu, 14 Juni 2025 | 12:18 WIB

 

ILUSTRASI Peserta Pekan Gawai Dayak XXXVII saat bersiap mengikuti pawai.
ILUSTRASI Peserta Pekan Gawai Dayak XXXVII saat bersiap mengikuti pawai.

PONTIANAK POST - Festival budaya tahunan Pekan Gawai Dayak (PGD) Kabupaten Sintang kembali digelar pada 16–19 Juli 2025 di kawasan Betang Tampun Juah, Jerora Satu. Mengusung konsep yang lebih edukatif dan menyeluruh, PGD ke-12 ini menghadirkan berbagai kegiatan budaya dan perlombaan khas Dayak dalam nuansa yang lebih substansial.

Ketua Panitia PGD 2025, Toni, mengatakan bahwa perhelatan tahun ini dirancang untuk menampilkan kekayaan budaya Dayak secara utuh, tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan pelestarian identitas. “Ada lima kegiatan utama yang kami siapkan, yaitu display budaya, seminar, ritual adat, misa atau ibadat, serta pameran UMKM,” jelas Toni, Jumat (13/6).

Selain lima agenda utama, sebanyak 11 jenis perlombaan tradisional juga akan digelar, mulai dari lomba lagu daerah, kuliner khas Dayak, tari Dayak, melukis perisai, menyumpit, sastra lisan, menumbuk dan menampik padi, pangkak gasing, pencak silat, busana Dayak anak, hingga pemilihan bujang dan dara gawai.

“Kami mengajak Dewan Adat Dayak (DAD) di 14 kecamatan serta sanggar seni untuk aktif berpartisipasi. Bagi pelaku UMKM, stand akan kami siapkan untuk disewa,” tambah Toni.

PGD Sintang ke-12 terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat. Toni mengimbau agar para pengunjung ikut menjaga keamanan dan ketertiban selama acara berlangsung. “Silakan datang dan saksikan. Yang penting, jaga kenyamanan bersama dan ikuti arahan petugas. Parkirlah kendaraan di tempat yang disediakan,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan empat hari ini berjalan lancar dan memberi dampak nyata, tidak hanya dalam pelestarian budaya, tapi juga dalam menggerakkan ekonomi lokal.

“Kami ingin PGD tahun ini tidak hanya menjadi ajang ekspresi budaya, tetapi juga memberi manfaat ekonomi bagi UMKM. Harapan kami, pengunjung ramai, kegiatan aman dan tertib, serta pelaku usaha mendapat keuntungan,” pungkasnya. (nda)

Editor : Miftahul Khair
#Edukatif #festival budaya #UMKM #pekan gawai dayak #tradisi