Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Siswa SMKN 1 Sintang Ubah Motor Bensin Jadi Listrik, Dukung Energi Bersih

Riska Nanda Kumala Sari • Kamis, 24 Juli 2025 | 11:00 WIB
KONVERSI MOTOR LISTRIK: Bupati Sintang Gregorius Bala saat melihat hasil konversi motor bensin menjadi motor listrik buatan siswa SMKN 1 Sintang, Rabu (23/7).
KONVERSI MOTOR LISTRIK: Bupati Sintang Gregorius Bala saat melihat hasil konversi motor bensin menjadi motor listrik buatan siswa SMKN 1 Sintang, Rabu (23/7).

PONTIANAK POST — Siswa-siswi SMKN 1 Sintang berhasil mengkonversi sepeda motor berbahan bakar bensin menjadi motor listrik. Inovasi ini dinilai sebagai terobosan penting dalam mendukung pengurangan emisi gas buang dan polusi udara sekaligus mempercepat transisi menuju energi bersih. Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, mengapresiasi langkah tersebut dan menyebutnya sebagai solusi efektif menghadapi tantangan energi masa depan.

“Konversi motor Honda menjadi motor listrik merupakan langkah positif dari perspektif lingkungan. Ini dapat mengurangi polusi udara dan emisi gas rumah kaca, serta sejalan dengan upaya transisi energi bersih,” ujar Bala, Rabu (23/7).

Ia menambahkan, inisiatif ini tidak hanya memberi dampak positif bagi lingkungan, tetapi juga mencetak generasi muda yang melek teknologi. “Anak-anak kita bisa menjadi pionir dalam adopsi teknologi ramah lingkungan. Ini adalah bagian penting dari keberhasilan transisi energi berkelanjutan,” katanya.

Program konversi ini didukung oleh CSR UID Pontianak Tahun 2025, yang menyediakan bantuan teknis dan peralatan pendukung. Lewat dukungan ini, para siswa tidak hanya mempelajari teori di kelas, tetapi juga langsung mempraktikkan konversi mesin konvensional menjadi motor listrik.

Langkah SMKN 1 Sintang diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk melahirkan inovasi serupa. Selain berdampak pada pelestarian lingkungan, proyek ini juga membuka peluang ekonomi baru, seiring meningkatnya tren kendaraan listrik di Indonesia.

Dengan harga bahan bakar fosil yang terus naik dan ancaman krisis iklim yang semakin nyata, konversi kendaraan menjadi listrik menjadi solusi yang relevan dan visioner. “Upaya ini membuktikan bahwa pendidikan dan teknologi bisa berjalan seiring dalam menciptakan masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan,” tutup Bala. (nda)

Editor : Hanif
#Gregorius Bala #Motor Listrik #revo #konversi #listrik #bupati sintang