PONTIANAK POST– Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sintang mencatat capaian fantastis, melampaui target Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga 329 persen pada pertengahan 2025. Dari target Rp550 juta, hingga Juni realisasi sudah menembus Rp1,8 miliar.
Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Sintang, Selimin, memaparkan bahwa capaian ini menjadi yang tertinggi di antara seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). “DPMPTSP sudah tercapai 329 persen, Dinas Kesehatan 48 persen atau Rp14,4 miliar dari target Rp29,5 miliar, dan RSUD AM Djoen sudah 62 persen atau Rp43,6 miliar dari target Rp70 miliar,” ujarnya di Sintang, kemarin (13/8).
Di sisi lain, masih ada OPD yang realisasinya jauh dari target. Salah satunya Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) yang baru mencapai 40 persen atau Rp240 juta dari target Rp600 juta. “Kami akan terus mendorong percepatan, sekaligus mengedukasi agar pembayaran pajak dan retribusi menghindari sistem tunai. Non-tunai harus diperluas agar lebih transparan dan aman,” tegas Selimin.
Ia menambahkan, keberhasilan PAD tidak hanya diukur dari capaian angka, tetapi juga dari peningkatan tata kelola keuangan daerah. “Kalau pembayaran non-tunai diterapkan luas, kebocoran bisa dicegah, dan pelayanan lebih cepat,” pungkasnya. Hingga saat ini, tiga OPD dengan capaian PAD tertinggi adalah DPMPTSP, RSUD AM Djoen, dan Dinas Kesehatan. (nda)
Editor : Hanif