PONTIANAK POST – Ratusan warga sejak pagi mengantre di halaman parkir Pasar Masuka, Kamis (21/8), untuk mendapatkan paket sembako murah yang digelar Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi, dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM).
Sebanyak 1.000 paket disediakan, masing-masing berisi beras premium 5 kilogram, minyak goreng 1 liter, dan gula pasir 1 kilogram. Paket ini dijual seharga Rp90.000 setelah mendapat subsidi Rp26.000 dari pemerintah. Total komoditas yang disalurkan mencapai 25 ton beras, 1 ton gula, dan 1.000 liter minyak goreng.
Analis Perdagangan Disperindag ESDM Kalbar, Ahmad Ridha Priari, menjelaskan operasi pasar ini bertujuan membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menekan inflasi. “Kami ingin masyarakat terbantu, sementara pemerintah daerah bisa lebih mudah mengendalikan inflasi,” katanya.
Ridha menyebut Sintang menjadi lokasi kedua setelah Nanga Pinoh, Melawi. “Kami membawa komoditas yang paling dibutuhkan masyarakat. Harapannya bisa sedikit meringankan beban warga di tengah naiknya harga pasar,” ujarnya.
Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkop dan UKM Sintang, Ida Meilyyani, menilai kegiatan ini tepat sasaran karena warga merasakan langsung manfaatnya. “Selain membantu warga, operasi pasar juga menjaga stabilitas harga sembako. Apalagi digelar di Pasar Masuka yang menjadi titik pantauan harga kebutuhan pokok,” terang Ida.
Ida menambahkan, tingginya animo masyarakat membuat pemerintah berencana melanjutkan operasi pasar serupa di lokasi lain. “Dengan cepatnya paket sembako habis, pemerintah akan melanjutkan kegiatan di beberapa titik untuk meredam gejolak harga,” pungkasnya. (nda)
Editor : Hanif