PONTIANAK POST – Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, menegaskan bahwa pesantren dan santri memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan nilai moral dan spiritual di tengah derasnya arus perubahan sosial serta kemajuan digital. Menurutnya, santri bukan sekadar pelajar agama, tetapi juga agen moral dan sosial yang memegang tanggung jawab besar terhadap masa depan bangsa.
“Pesantren dan santri memiliki posisi strategis dalam menghadapi tantangan zaman. Di tengah arus digitalisasi yang begitu cepat, mereka diharapkan mampu menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan agar tidak tergerus oleh perubahan,” ujar Bala pada peringatan Hari Santri Nasional, Rabu (22/10).
Ia menekankan, kemajuan teknologi seharusnya tidak menjauhkan generasi muda dari akar nilai dan identitas bangsa. Justru, santri harus tampil menjadi contoh dalam menggunakan teknologi secara bijak untuk menyebarkan pesan kebaikan, toleransi, dan moderasi beragama. “Santri perlu hadir sebagai agen moderasi yang membawa kesejukan, keteladanan, dan semangat toleransi di masyarakat,” tegasnya.
Bala menilai, peringatan Hari Santri Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum memperkuat kontribusi santri dalam membangun peradaban berbasis ilmu dan akhlak. “Hari Santri adalah pengingat bahwa kekuatan sebuah bangsa tidak hanya terletak pada kemajuan ekonomi atau teknologi, tetapi juga pada karakter dan moral generasinya,” katanya.
Ia pun berharap para santri di Kabupaten Sintang mampu terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri. “Santri hebat adalah mereka yang berilmu, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan masa depan dengan semangat kebangsaan yang kuat,” pungkas Bala. (nda)
Editor : Hanif