PONTIANAK POST – Wakil Bupati Sintang, Florensius Ronny, menilai Pesparani Katolik I Kalimantan Barat 2025 menjadi momen penting untuk memperkuat kebersamaan dan semangat pelayanan umat Katolik di daerah. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar kompetisi, melainkan wadah meneguhkan nilai persaudaraan dan iman.
“Pesparani tahun ini istimewa karena untuk pertama kalinya digelar di tingkat provinsi. Ini bukan hanya soal lomba paduan suara atau penampilan seni, tetapi bagaimana seluruh peserta menghadirkan semangat ‘satu hati, satu jiwa’ dalam membangun Gereja dan bangsa,” ujar Ronny, Jumat (7/11) malam.
Ronny menjelaskan, melalui Pesparani, kehidupan iman umat Katolik dapat diwujudkan secara nyata dalam tindakan sehari-hari. Seni liturgi yang menjadi bagian utama kegiatan ini harus mampu menjadi sarana pewartaan yang menginspirasi. “Seni liturgi itu tidak hanya indah untuk dilihat dan didengar, tapi juga harus menyentuh hati dan menumbuhkan semangat berbuat baik di tengah masyarakat,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas daerah. Dengan hadirnya peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Barat, Ronny berharap terbangun jejaring yang mempererat hubungan antarumat dan antarwilayah. “Pesparani menjadi ruang perjumpaan yang memperkuat tali persaudaraan. Di sini kita belajar bersyukur, melayani, dan bekerja sama,” ungkapnya.
Ronny memberi semangat kepada kontingen Kabupaten Sintang yang berjumlah 51 orang agar tampil penuh keyakinan dan menanamkan nilai kebersamaan. Ia berharap hasil kegiatan ini bukan sekadar prestasi, tetapi pengalaman berharga dalam menumbuhkan persaudaraan sejati. “Kalau kita bisa membawa semangat ‘satu hati satu jiwa’ ke kehidupan sehari-hari, maka kegiatan ini benar-benar bermakna bagi Gereja dan bagi Kalimantan Barat,” tutupnya. (nda)
Editor : Hanif