Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pemkab Sintang Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Pilar Ekonomi Lokal

Riska Nanda Kumala Sari • Jumat, 14 November 2025 | 09:26 WIB

 

Ilustrasi Koperasi Merah Putih.
Ilustrasi Koperasi Merah Putih.

PONTIANAK POST – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop) Kabupaten Sintang menegaskan pentingnya penerapan manajemen modern dalam pengelolaan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KMP). Langkah ini dinilai krusial untuk menciptakan koperasi yang berdaya saing dan mampu bertahan secara berkelanjutan di tengah tantangan ekonomi yang terus berkembang.

Pelaksana Harian Kepala Disperindagkop dan UKM Sintang, Ida Meylani, menekankan bahwa koperasi harus dikelola secara profesional untuk menjawab tantangan ekonomi lokal. “Kita ingin membangun koperasi yang tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh dan berkembang menjadi soko guru ekonomi lokal,” ujar Ida dalam pelatihan peningkatan kapasitas usaha bagi pengurus koperasi di Sintang, Kamis (13/11).

Ida menjelaskan bahwa koperasi berperan penting sebagai solusi terhadap persoalan ekonomi masyarakat, seperti pengangguran, kesenjangan sosial, dan keterbatasan akses permodalan. Ia menambahkan, untuk mencapainya, pengurus koperasi perlu memiliki pemahaman menyeluruh mengenai manajemen modern, yang mencakup perencanaan usaha, pengelolaan keuangan yang transparan, serta penerapan strategi pemasaran digital.

“Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan keterampilan praktis bagi pengurus koperasi. Koperasi harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, terutama dalam hal teknologi dan digitalisasi usaha,” kata Ida.

Menurutnya, peningkatan kompetensi sumber daya manusia adalah langkah awal yang sangat penting dalam memperkuat kapasitas pengurus koperasi di tingkat desa dan kelurahan. Dengan manajemen yang profesional, koperasi bisa menjadi motor penggerak ekonomi rakyat, yang tidak hanya menguntungkan anggotanya, tetapi juga memberikan dampak positif bagi ekonomi daerah.

Ida juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ekosistem koperasi. “Kegiatan ini menjadi sarana berbagi pengalaman antar koperasi, serta memperkuat sinergi antara koperasi, pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan dunia usaha,” tuturnya.

Ia berpesan kepada para peserta agar memanfaatkan pelatihan ini dengan semangat yang tinggi. "Jangan hanya hadir secara fisik, tetapi hadir dengan pikiran terbuka. Serap semua ilmu yang diberikan dan aplikasikan dalam koperasi masing-masing. Jadilah agen perubahan di lingkungan Anda," tutup Ida.

Kepala Bidang Koperasi Disperindagkop Sintang, Nashirul Haq, menjelaskan bahwa pembentukan Koperasi Merah Putih berlandaskan pada semangat konstitusi. "Koperasi Merah Putih didirikan dengan tujuan memperkuat ekonomi masyarakat kecil sesuai dengan amanat UUD 1945 Pasal 33. Koperasi adalah alat untuk membantu rakyat yang ekonominya masih lemah," jelas Nashirul Haq.

Ia menambahkan bahwa kebijakan nasional juga mendukung penguatan koperasi di tingkat desa. "Presiden Prabowo menekankan pentingnya pembentukan Koperasi Desa sebagai upaya meningkatkan ketahanan pangan. Pemerintah menargetkan pembentukan 70.000 Koperasi Desa Merah Putih di seluruh Indonesia hingga 2025," tambahnya.

Nashirul Haq juga menyebutkan bahwa KMP dapat mengelola berbagai sektor produktif sesuai dengan potensi daerah, seperti agribisnis, peternakan, perkebunan, serta usaha simpan pinjam dan logistik.

"Namun, yang paling penting adalah perencanaan yang matang. Pengurus harus memerhatikan kebutuhan anggota, kelayakan usaha, dan potensi desa sebelum memulai usaha," pesannya. Dengan perencanaan yang tepat, Nashirul berharap KMP dapat menciptakan lapangan kerja, memperkuat inklusi keuangan, serta meningkatkan kesejahteraan petani dan pelaku UMKM di Kabupaten Sintang. (nda)

Editor : Hanif
#Koperasi #sintang #ekonomi lokal #modern #Disperindagkop #manajemen #kmp