Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

DAS Ketungau Terancam Kerusakan, Pemkab Sintang Hadapi Tantangan Pemulihan Lingkungan

Riska Nanda Kumala Sari • Kamis, 20 November 2025 | 09:45 WIB
Ilustrasi daerah aliran sungai (DAS).
Ilustrasi daerah aliran sungai (DAS).

PONTIANAK POST - Pemerintah Kabupaten Sintang kembali mengingatkan kondisi memprihatinkan Daerah Aliran Sungai (DAS) Ketungau yang terus tertekan akibat aktivitas manusia dan perubahan tata guna lahan dalam beberapa tahun terakhir. Di tengah kerusakan yang kian terasa, upaya pemulihan justru dihadapkan pada ancaman pengurangan anggaran tahun depan.

Situasi ini disampaikan Sekretaris Bappeda Sintang, Dedi Irawan, saat memaparkan arah kebijakan daerah untuk tahun 2026. Ia menegaskan bahwa pengelolaan DAS Ketungau bukan sekadar isu teknis, tetapi menyangkut keberlangsungan sumber air yang menjadi tumpuan hidup ribuan warga di kawasan tersebut. “Pengelolaan lingkungan melalui daerah aliran sungai memang menjadi perhatian Pemkab Sintang, dan salah satunya yang sudah dibicarakan adalah DAS Ketungau,” jelas Dedi, Rabu (19/11).

Ia mengungkapkan bahwa pemerintah daerah tengah menyiapkan berbagai program strategis untuk mengatasi kerusakan lingkungan, memperkuat vegetasi, hingga memperbaiki tata kelola lintas sektor. Namun tantangan besar muncul ketika beredar informasi adanya potensi pemotongan anggaran pada tahun mendatang. “Kita terus mantapkan program dan anggarannya untuk tahun 2026, meskipun ada informasi pengurangan anggaran,” ujar Dedi.

Harus Kolaboratif

Meski demikian, upaya penyelamatan DAS Ketungau tetap diupayakan dengan menggandeng berbagai pihak. Dedi menyebut sejumlah perusahaan sudah menyatakan komitmennya untuk ikut terlibat dalam pemulihan lingkungan. “Bahkan kita mendapatkan dukungan dari beberapa perusahaan untuk menjaga DAS Ketungau,” katanya.

Menurut Dedi, kondisi DAS yang terus memburuk tidak bisa ditangani hanya oleh pemerintah. Pemulihan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pencegahan kerusakan di hulu, pengendalian pencemaran, hingga penguatan peran masyarakat dalam konservasi.

Ia menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan berhentinya upaya lingkungan. Dedi mendorong inovasi pembiayaan, efisiensi program, dan sinergi antar-OPD agar penataan DAS Ketungau tetap berjalan. “Pemerintah daerah tetap optimistis dapat menjaga keberlanjutan DAS Ketungau sebagai sumber kehidupan bagi banyak desa di sekitarnya,” pungkasnya. (nda)

Editor : Hanif
#kerusakan #Pemulihan Lingkungan #DAS #terancam #Pemkab Sintang #ketungau