PONTIANAK POST - Pemerintah pusat melalui BAKTI Komdigi memperluas pembangunan infrastruktur internet di Kabupaten Sintang dengan memasang jaringan pada 250 titik strategis. Upaya ini dilakukan untuk memastikan seluruh pelayanan publik di daerah dapat berjalan lebih efektif, terutama di wilayah yang selama ini terkendala akses jaringan.
Pelaksana Tugas Direktur Sumber Daya dan Administrasi BAKTI Komdigi, Sudarmanto, menegaskan bahwa penguatan layanan digital menjadi kebutuhan mendesak. Ia menyebutkan bahwa dari 250 titik tersebut, sembilan titik diperuntukkan bagi fasilitas puskesmas yang tersebar di beberapa kecamatan. “Sembilan di antaranya berada di puskesmas. Ini bukti bahwa akses internet adalah kebutuhan vital untuk pelayanan publik,” ujar Sudarmanto di Sintang, kemarin (30/11).
Menurut Sudarmanto, pembangunan akses internet bukan sekadar proyek teknis, melainkan bagian dari transformasi pelayanan publik yang tidak bisa ditunda. Ia menjelaskan bahwa berbagai layanan dasar mulai dari kesehatan, pendidikan, administrasi kependudukan, hingga tata kelola pemerintahan semakin mengandalkan kelancaran jaringan digital. "Tanpa dukungan infrastruktur yang memadai, pelayanan publik akan sulit memenuhi tuntutan efisiensi dan kecepatan," tuturnya.
Sudarmanto juga menekankan bahwa karakter geografis Kabupaten Sintang yang terdiri dari daerah luas, terpencar, dan sebagian sulit dijangkau, menjadi alasan mengapa pemerintah pusat harus hadir secara lebih intens. Ia menilai bahwa akses digital yang merata merupakan bagian dari komitmen negara untuk memberikan layanan setara kepada seluruh masyarakat, tanpa membedakan lokasi tempat tinggal.
“Internet bukan lagi fasilitas pelengkap. Ini sudah menjadi bagian dari standar layanan modern yang harus tersedia hingga ke pelosok,” jelasnya. Keberadaan 250 titik internet ini diharapkan memberikan dampak signifikan, terutama untuk puskesmas yang kini semakin bergantung pada sistem data terpadu, aplikasi layanan kesehatan, serta pelaporan digital yang membutuhkan koneksi stabil.
"Dengan adanya sembilan titik khusus di fasilitas kesehatan, pelayanan medis di tingkat dasar dapat berjalan lebih cepat dan akurat karena dukungan akses informasi yang lebih baik," ucap Sudarmanto. Pemerintah pusat, kata Sudarmanto, menargetkan agar seluruh wilayah memiliki akses digital memadai sehingga pelayanan publik bisa berlangsung lebih transparan, efisien, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. (nda)
Editor : Hanif