PONTIANAK POST - Kejuaraan Emak-Emak Handball Competition Seri II Tahun 2025 yang digelar di GOR Apang Semangai Sintang menegaskan tumbuhnya ruang olahraga yang inklusif bagi perempuan, khususnya kalangan ibu rumah tangga.
Ajang ini tidak hanya menghadirkan persaingan antartim, tetapi juga memperlihatkan antusiasme masyarakat terhadap olahraga rekreasi yang terorganisasi.
Staf Ahli Bupati Sintang Bidang Perekonomian, Pembangunan dan Keuangan, Helmi, menilai keberlangsungan kompetisi tersebut mencerminkan kekuatan komunitas dalam mengelola kegiatan olahraga secara mandiri. Menurutnya, peran panitia dan komunitas Emak-Emak Handball menjadi kunci utama terselenggaranya kegiatan ini.
“Kompetisi ini menunjukkan bahwa olahraga tidak mengenal batas usia maupun peran sosial. Para ibu mampu membangun ruang kebersamaan yang sehat dan produktif,” ujar Helmi di Sintang kemarin.
Ia menambahkan bahwa kejuaraan ini tidak sekadar mengejar kemenangan, melainkan juga menjadi sarana interaksi sosial. Melalui pertandingan yang rutin, para peserta dapat saling mengenal, menjaga kebugaran, serta menumbuhkan nilai sportivitas dalam kehidupan sehari-hari.
Helmi menyatakan, Pemerintah Kabupaten Sintang memandang kegiatan olahraga berbasis komunitas sebagai bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia. Helmi menyebutkan bahwa prestasi yang diraih para peserta patut diapresiasi, namun yang lebih utama adalah konsistensi untuk terus berlatih dan menjaga semangat berolahraga.
“Bagi yang berhasil meraih juara, itu menjadi kebanggaan. Bagi yang belum, tetap ada nilai positif dari proses latihan dan kebersamaan yang terbangun,” tuturnya.
Ke depan, pemerintah daerah menyatakan dukungan terhadap kegiatan olahraga masyarakat yang berkelanjutan. Kejuaraan Emak-Emak Handball dinilai memiliki potensi untuk berkembang menjadi agenda rutin yang lebih luas, dengan partisipasi lintas kecamatan.
Melalui kegiatan semacam ini, olahraga tidak lagi dipandang sebagai aktivitas eksklusif, melainkan menjadi bagian dari gaya hidup sehat yang dapat diakses semua kalangan.
"Emak-Emak Handball Competition ini menjadi contoh bagaimana komunitas mampu menghadirkan kegiatan positif yang berdampak langsung bagi kesehatan, solidaritas, dan produktivitas masyarakat Sintang," tukasnya. (nda)
Editor : Hanif