PONTIANAK POST - Lembaga Pengembangan dan Pembinaan Pesparani Katolik (LP3K) Kabupaten Sintang melakukan kunjungan kerja ke Paroki Santo Petrus Dedai, Desa Emparu, Kecamatan Dedai. Kunjungan ini diarahkan pada penguatan pembinaan Pesparani di tingkat paroki dan kecamatan agar lebih siap menghadapi ajang Pesparani di masa mendatang.
Rombongan LP3K Sintang dipimpin Ketua LP3K Kabupaten Sintang, Agustinus Hata, didampingi sejumlah pembina dan pengurus. Mereka diterima Pastor Kepala Paroki Santo Petrus Dedai, RD Leonardus Miau, bersama umat dan perwakilan stasi.
Agustinus Hata menjelaskan, kunjungan tersebut menjadi sarana memperkenalkan peran LP3K sekaligus mendorong pembentukan kembali kepengurusan LP3K Kecamatan Dedai. Menurutnya, keberadaan kepengurusan yang aktif menjadi kunci dalam menyiapkan peserta Pesparani sejak dini.
“Kami mendorong agar Paroki Santo Petrus Dedai memanfaatkan Bulan Kitab Suci Nasional setiap September dengan menggelar lomba-lomba yang juga diperlombakan dalam Pesparani,” ujar Agustinus, Sabtu (3/1).
Ia menilai, pola pembinaan seperti ini akan membantu LP3K kecamatan lebih siap ketika harus mengikuti Pesparani tingkat Kabupaten Sintang. Agustinus juga menekankan pentingnya sinergi antara paroki dan pemerintah kecamatan.
“Silakan Pastor Paroki menyusun kepengurusan LP3K Kecamatan Dedai, kemudian di-SK-kan oleh Camat Dedai. Setelah itu langsung menyusun tim Pesparani Kecamatan Dedai sambil tetap berjalan dengan kegiatan gereja,” katanya.
Sementara itu, RD Leonardus Miau menyampaikan bahwa pertemuan tersebut dihadiri unsur penting paroki, mulai dari ketua stasi, suster, hingga pengurus Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Paroki Santo Petrus Dedai. Kehadiran mayoritas stasi menunjukkan antusiasme umat terhadap pembinaan Pesparani.
“Yang hadir saat ini ada 38 stasi dari total 41 stasi yang ada di Paroki Santo Petrus Dedai,” ungkap RD Leonardus.
Ia juga menjelaskan bahwa Paroki Santo Petrus Dedai merupakan paroki baru yang berdiri sekitar dua tahun lalu, setelah sebelumnya wilayah Dedai bergabung dengan Paroki Kelam Permai. “Sekarang Kecamatan Dedai sudah memiliki paroki sendiri yang berpusat di Desa Emparu,” tambahnya.
Ia menegaskan pentingnya persiapan jangka panjang. Ia berharap LP3K Kecamatan Dedai dapat segera menata langkah pembinaan agar mampu bersaing dalam berbagai cabang lomba Pesparani. “Persiapan yang baik sejak sekarang akan sangat menentukan hasil di masa depan,” pungkasnya. (nda)
Editor : Hanif