Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Hujan Berhari-hari Rendam Permukiman di Sepauk dan Tempunak-Sintang

Riska Nanda Kumala Sari • Kamis, 8 Januari 2026 | 17:25 WIB
Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Sintang dalam beberapa hari terakhir menyebabkan banjir di sejumlah desa di Kecamatan Sepauk dan Kecamatan Tempunak, Kamis, (8/12).
Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Sintang dalam beberapa hari terakhir menyebabkan banjir di sejumlah desa di Kecamatan Sepauk dan Kecamatan Tempunak, Kamis, (8/12).

PONTIANAK POST - Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Sintang dalam beberapa hari terakhir menyebabkan banjir di sejumlah desa di Kecamatan Sepauk dan Kecamatan Tempunak, Kamis, (8/1). Luapan air sungai merendam permukiman warga dan mengganggu aktivitas masyarakat di daerah terdampak.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang, Kusnidar, mengatakan banjir terjadi di Desa Nanga Pari, Kecamatan Sepauk, serta Desa Benua Kencana, Kecamatan Tempunak. Menurutnya, peningkatan debit air sungai menjadi faktor utama terjadinya genangan di wilayah tersebut.

“Banjir disebabkan oleh curah hujan yang cukup tinggi sehingga debit air sungai meningkat dan meluap ke pemukiman warga,” ujar Kusnidar.

Di Desa Nanga Pari, banjir berdampak pada tiga dusun. Data sementara BPBD Sintang mencatat Dusun Tuntun Palah mengalami genangan pada enam rumah warga. Dusun Kuai terdampak pada 20 rumah, sementara Dusun Tanjung Kepayang menjadi wilayah dengan dampak paling besar, yakni 48 rumah terendam air. Genangan bervariasi, mulai dari halaman rumah hingga masuk ke dalam bangunan.

Sementara itu, banjir di Desa Benua Kencana, Kecamatan Tempunak, terjadi di Dusun Layang Mentari yang berada di bantaran Sungai Kura. Sekitar 60 kepala keluarga dilaporkan terdampak. Selain merendam rumah warga, banjir juga menggenangi kandang ternak milik masyarakat, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan kerugian ekonomi.

“Untuk korban jiwa, nihil. Namun kerugian material masih dalam proses pendataan lebih lanjut,” kata Kusnidar. Ia menjelaskan bahwa tim BPBD masih melakukan verifikasi di lapangan untuk memastikan jumlah kerugian dan kebutuhan mendesak warga terdampak.

BPBD Kabupaten Sintang terus melakukan pemantauan kondisi air dan cuaca, serta berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan setempat. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan informasi yang diterima warga tetap akurat dan respons cepat dapat dilakukan apabila kondisi memburuk.

Kusnidar mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah rawan banjir agar tetap waspada. “Masyarakat diharapkan terus memantau perkembangan cuaca dan segera melaporkan apabila terjadi kenaikan air secara signifikan,” ungkap Kusnidar.

Kendati demikian, banjir yang sempat menggenangi sejumlah dusun di Desa Nanga Pari, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang, tidak berlangsung lama. (nda)

Editor : Miftahul Khair
#Curah Hujan Tinggi #Sepauk #sintang #permukiman #tempunak #banjir