Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Bupati Sintang Tekankan Komunikasi dan Inovasi dalam Layanan Kesehatan di Sintang

Riska Nanda Kumala Sari • Jumat, 23 Januari 2026 | 14:08 WIB
PENGUATAN : Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala menekankan pentingnya penguatan komunikasi dan inovasi pelayanan di lingkungan Dinas Kesehatan, RSUD AM Djoen Sintang, serta Puskesmas.
PENGUATAN : Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala menekankan pentingnya penguatan komunikasi dan inovasi pelayanan di lingkungan Dinas Kesehatan, RSUD AM Djoen Sintang, serta Puskesmas.

PONTIANAK POST - Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala menekankan pentingnya penguatan komunikasi dan inovasi pelayanan di lingkungan Dinas Kesehatan, RSUD AM Djoen Sintang, serta Puskesmas. Ia menilai kualitas layanan kesehatan sangat ditentukan oleh kekompakan internal, alur komunikasi yang jelas, serta kemampuan beradaptasi terhadap keterbatasan anggaran.

Menurut Bala, komunikasi harus berjalan dua arah, baik di internal organisasi maupun dengan pihak eksternal. Hubungan antara pimpinan dan bawahan dinilai krusial agar setiap persoalan di lapangan dapat segera ditangani tanpa menunggu berlarut-larut.

“Yang paling penting adalah komunikasi atasan dengan bawahan dan ke pimpinan. Kalian ini mengurus nyawa dan kesehatan orang lain, sehingga tidak boleh ada sekat dalam bekerja,” ujar Bala, Kamis (22/1).

Bala juga mengapresiasi kinerja tenaga kesehatan yang selama ini melayani masyarakat, terutama pada masa pandemi Covid-19. Ia mengaku merasakan langsung tekanan sektor kesehatan saat krisis tersebut.

“Waktu Covid-19, saya juga salah satu korban dan dirawat selama 40 hari. Dari situ saya tahu betul betapa berat beban kerja tenaga kesehatan, sehingga sektor ini menjadi perhatian utama,” katanya.

Dalam konteks pengelolaan anggaran, Bala meminta jajaran kesehatan lebih proaktif mencari sumber pendanaan dari pemerintah pusat. Keterbatasan fiskal daerah akibat berkurangnya transfer keuangan dinilai tidak boleh menghambat peningkatan layanan.

“Kalau bisa mencari sumber pendanaan dari pusat, silakan. Dana daerah kita terbatas, tapi pelayanan tidak boleh turun,” tegas Bala.

Ia juga mengingatkan agar anggaran yang sudah tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal dan tepat sasaran. Menurutnya, realisasi anggaran menjadi salah satu indikator kepercayaan pemerintah pusat dalam penyaluran dana ke daerah.

“Kalau sudah ada anggaran, belanjakan sampai habis sesuai aturan. Kalau tidak terserap, kita akan kesulitan mendapatkan dukungan anggaran berikutnya,” tutur Bala.

Selain soal anggaran dan komunikasi, Bala menekankan perlunya inovasi berkelanjutan dalam pelayanan kesehatan. Inovasi tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga pola pelayanan yang lebih responsif dan humanis.

“Saya berharap Dinas Kesehatan, RSUD, dan Puskesmas terus berinovasi untuk memperbaiki pelayanan. Berikan layanan terbaik agar masyarakat benar-benar merasakan kehadiran pemerintah di sektor kesehatan,” pungkasnya. (nda)

Editor : Hanif
#PUSKESMAS DAERAH #sintang #kesehatan publik #Anggaran Kesehatan #kalimantan barat #tenaga medis #inovasi layanan #dinas kesehatan #Pelayanan kesehatan #RSUD Sintang #bupati sintang