PONTIANAK POST - Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala meminta kepala desa dan camat memperkuat komunikasi dengan perusahaan yang beroperasi di wilayah masing-masing guna membantu perbaikan infrastruktur desa, khususnya jalan, jembatan, dan fasilitas publik lainnya. Langkah tersebut dinilai penting di tengah keterbatasan anggaran yang dihadapi pemerintah daerah.
Menurut Bala, pemerintah desa perlu aktif menjalin hubungan kerja dengan berbagai pihak agar kebutuhan pembangunan dapat direspons lebih cepat. Ia menekankan bahwa komunikasi tidak hanya dilakukan dengan perusahaan, tetapi juga dengan organisasi perangkat daerah (OPD) dan perwakilan pemerintah di tingkat provinsi maupun pusat.
“Kepala desa harus rajin berkomunikasi dengan OPD dan menyampaikan kebutuhan di lapangan. OPD juga perlu terus menjalin komunikasi dengan wakil daerah di tingkat pusat,” ujar Bala di Sintang kemarin.
Kondisi fiskal yang sedang mengalami penyesuaian menjadi alasan perlunya kolaborasi lintas sektor. Bala menjelaskan bahwa pengurangan anggaran dari pemerintah pusat berdampak pada ruang gerak pembangunan di daerah dan desa.
Oleh karena itu, alternatif pembiayaan dinilai perlu dioptimalkan, termasuk melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).
“Kabupaten dan desa sedang mengalami pengurangan anggaran. Kita harus mencari sumber pendanaan lain seperti CSR perusahaan maupun dukungan dari wakil daerah dan kementerian,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa pemenuhan persyaratan administratif menjadi bagian penting agar peluang bantuan tidak terhambat. Pemerintah desa dan perangkat daerah diminta responsif terhadap berbagai ketentuan yang dibutuhkan untuk mengakses dukungan pendanaan.
“Kalau ada syarat yang diminta, segera dipenuhi supaya prosesnya tidak tertunda,” kata Bala.
Bala juga menyoroti pentingnya sinergi seluruh elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, kerja sama antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat akan mempercepat penyelesaian persoalan infrastruktur yang berdampak langsung pada aktivitas ekonomi warga.
“Semua pihak perlu kompak dan bahu membahu membangun daerah agar kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi,” tegasnya.
Pendekatan kolaboratif tersebut diharapkan mampu menjaga kesinambungan pembangunan desa meski ruang fiskal terbatas, sekaligus memperluas partisipasi berbagai pihak dalam memperbaiki layanan publik di Kabupaten Sintang. (nda)
Editor : Hanif