Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

DLH Sintang Ajak Warga Tertib Jam Buang Sampah dan Kurangi Penggunaan Plastik Sekali Pakai

Riska Nanda Kumala Sari • Rabu, 25 Februari 2026 | 14:03 WIB

BERSAMA : Kepala DLH Kabupaten Sintang, Siti Musrikah mengatakan pengelolaan sampah memerlukan keterlibatan bersama.
BERSAMA : Kepala DLH Kabupaten Sintang, Siti Musrikah mengatakan pengelolaan sampah memerlukan keterlibatan bersama.

PONTIANAK POST - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sintang mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kepedulian terhadap persoalan sampah yang masih menjadi tantangan di wilayah tersebut. Kepala DLH Sintang, Siti Musrikah, mengatakan pengelolaan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, tetapi memerlukan keterlibatan bersama.

Sebagai organisasi perangkat daerah teknis yang menangani persampahan, DLH berharap dukungan semua unsur untuk menyampaikan pesan pentingnya budaya bersih di lingkungan masing-masing. 

“Hal itu bisa dilakukan dengan selalu tertib menjaga kebersihan lingkungan sekitar, baik di rumah maupun di tempat tugas,” ujar Siti di Sintang, kemarin.

Ia menegaskan, kepatuhan terhadap aturan jam pembuangan sampah juga menjadi faktor penting dalam menjaga kebersihan kota. Berdasarkan peraturan daerah dan peraturan bupati, masyarakat diminta membuang sampah pada pukul 18.00 hingga 06.00 di tempat pembuangan sementara (TPS) yang telah ditentukan.

“Jam buang sampah sudah diatur dalam Perda dan Perbup Kabupaten Sintang. Kami berharap masyarakat tertib mengikuti ketentuan tersebut agar pengangkutan bisa berjalan optimal,” jelasnya.

Selain kedisiplinan waktu, Siti mengingatkan pentingnya upaya pengurangan sampah dari sumbernya. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah mengolah sampah organik rumah tangga melalui lubang resapan biopori atau komposter sederhana. Hasilnya dapat dimanfaatkan sebagai pupuk untuk tanaman buah, sayur, maupun bunga di pekarangan rumah.

“Kami mohon semua pihak mulai dengan gerakan mengurangi sampah dan mengolah sampah rumah tangga menjadi kompos. Ini bermanfaat untuk lingkungan sekaligus kebutuhan rumah tangga,” tutur Siti.

Ia juga mendorong masyarakat mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai dengan menggantinya menggunakan tas belanja ramah lingkungan, termasuk produk kearifan lokal seperti anyaman bambu dan rotan. Langkah tersebut dinilai sejalan dengan gerakan minim sampah yang terus dikampanyekan.

Pada peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2026, tema kolaborasi untuk Indonesia ASRI (aman, sehat, resik, dan indah) diangkat sebagai pengingat pentingnya kerja bersama. Siti menyebut semangat tersebut relevan dengan upaya mewujudkan Sintang yang bersih dan berkelanjutan. (nda)

Editor : Hanif
#sintang #pengelolaan sampah #DLH Sintang #sampah rumah tangga #kebersihan kota