PONTIANAK POST - Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, meninjau langsung kondisi infrastruktur jalan provinsi di Kabupaten Sintang guna memetakan kebutuhan perbaikan lanjutan. Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan program pembangunan infrastruktur berjalan sesuai kebutuhan lapangan.
Menurut Ria Norsan, ruas-ruas jalan provinsi yang menghubungkan sejumlah kecamatan di Sintang masih memerlukan perhatian serius. Ia menyebut jalur dari Nanga Mau, Nanga Tebidah hingga Serawai menjadi salah satu fokus karena memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat serta distribusi barang dan hasil perkebunan.
“Saya juga mau mengetahui kondisi jalan-jalan provinsi yang ada di Kabupaten Sintang ini,” ujar Norsan di Sintang kemarin.
Ia mengakui peningkatan jalan di jalur tersebut belum sepenuhnya tuntas. Panjang ruas yang mencapai lebih dari 100 kilometer menjadi tantangan tersendiri, baik dari sisi perencanaan anggaran maupun teknis pengerjaan di lapangan.
“Memang belum tuntas karena masih banyak yang harus kita kerjakan. Luasnya panjang, 100 kilometer lebih,” tutur Norsan.
Selain persoalan badan jalan, Ria Norsan menyoroti kondisi jembatan kayu yang masih digunakan di sejumlah titik. Beberapa jembatan dilaporkan mengalami kerusakan sehingga memerlukan penggantian dengan konstruksi yang lebih permanen agar aman dilalui kendaraan.
“Kondisinya jembatan kayunya banyak yang rusak dan harus diganti,” tegasnys.
Ia menjelaskan bahwa perbaikan infrastruktur tidak hanya berfokus pada pengaspalan, tetapi juga pada peningkatan kualitas struktur pendukung seperti drainase dan jembatan. Dengan demikian, ketahanan jalan dapat terjaga dalam jangka panjang meski menghadapi kondisi cuaca ekstrem.
Ia mengatakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, lanjutnya, akan menyesuaikan prioritas pembangunan berdasarkan tingkat urgensi dan ketersediaan anggaran.
"Kami menegaskan komitmen untuk melanjutkan peningkatan jalan secara bertahap agar konektivitas antar kecamatan di Kabupaten Sintang semakin baik dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah," tutupnya. (nda)
Editor : Hanif