PONTIANAK POST - Pemotongan dana transfer ke daerah dari pemerintah pusat menjadi tantangan baru bagi Pemerintah Kabupaten Sintang dalam menjalankan program pembangunan. Di tengah keterbatasan fiskal tersebut, Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) menghindari duplikasi program dan lebih mengutamakan efisiensi anggaran.
Menurut Bala, kondisi fiskal saat ini menuntut pemerintah daerah bekerja lebih terarah dengan perencanaan yang matang serta kolaborasi lintas sektor agar setiap program benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kita memasuki dinamika fiskal yang penuh tantangan. Oleh karena itu, saya meminta perangkat daerah memperkuat kolaborasi lintas sektor, menghindari duplikasi program dan mengutamakan efisiensi anggaran,” ujar Bala, Minggu (15/3).
Ia menegaskan bahwa setiap program pembangunan harus disusun berdasarkan data dan analisis yang akurat, sekaligus memperhatikan isu lingkungan, tata ruang, serta keberlanjutan pembangunan daerah.
Selain efisiensi program, Bala juga menyoroti pentingnya percepatan realisasi anggaran di awal tahun. Ia menargetkan setiap OPD mampu merealisasikan minimal 50 persen anggaran pada triwulan pertama guna menjaga perputaran ekonomi daerah.
“Saya menekankan pentingnya komitmen percepatan realisasi anggaran, terutama pada triwulan pertama. Minimal 50 persen di setiap OPD,” katanya.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga menyiapkan sejumlah langkah untuk memperkuat ekonomi masyarakat dari tingkat desa. Salah satu program yang disiapkan adalah pengembangan koperasi desa sebagai penggerak ekonomi lokal.
“Koperasi ini bukan sekadar wadah usaha, melainkan mesin penggerak untuk meningkatkan pendapatan warga melalui pengelolaan potensi lokal secara profesional dan mandiri,” terang Bala.
Selain penguatan ekonomi desa, pemerintah daerah juga mendorong program peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui penyediaan makanan bergizi, terutama bagi anak-anak dan ibu hamil.
“Fokus utamanya memastikan tidak ada lagi anak-anak atau ibu hamil yang kekurangan gizi. Dengan akses pangan sehat, kita tidak hanya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, tetapi juga membangun budaya hidup sehat di desa,” tambahnya.
Bala juga menyinggung pentingnya menjaga kelestarian lingkungan di tengah meningkatnya aktivitas manusia yang berpotensi menekan kondisi alam.
“Kita perlu meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, mulai dari menjaga hutan, mencegah pembakaran lahan, hingga mengelola sampah dengan baik,” ujarnya.
Ia berharap seluruh perangkat daerah memperkuat koordinasi serta meningkatkan kualitas perencanaan agar pembangunan infrastruktur dan ekonomi daerah tetap berjalan meski menghadapi tekanan fiskal.
“Dengan kerja keras dan sinergi, pembangunan daerah tetap bisa dipercepat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya. (nda)
Editor : Hanif