Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Infrastruktur Jadi Prioritas RKPD Sintang 2027 untuk Tingkatkan Daya Saing dan Ekonomi Daerah

Riska Nanda Kumala Sari • Jumat, 10 April 2026 | 14:32 WIB
INFRASTRUKTUR : Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala menyebut pembangunan infrastruktur yang merata dan berkualitas menjadi fondasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. (ISTIMEWA)
INFRASTRUKTUR : Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala menyebut pembangunan infrastruktur yang merata dan berkualitas menjadi fondasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. (ISTIMEWA)

PONTIANAK POST - Pemerintah Kabupaten Kabupaten Sintang menempatkan pembangunan infrastruktur sebagai fokus utama dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027. Arah kebijakan ini dinilai krusial untuk memperkuat daya saing daerah sekaligus menjawab berbagai tantangan pembangunan yang masih dihadapi.

Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, menegaskan bahwa tahun 2027 merupakan fase penting dalam pelaksanaan visi dan misi pembangunan daerah 2025 hingga 2029.

“Pembangunan infrastruktur yang merata dan berkualitas menjadi fondasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Bala, Kamis (9/4).

Bala menuturkan jumlah indikator menunjukkan capaian yang masih perlu ditingkatkan. Kondisi jalan mantap baru mencapai 13,13 persen, sementara akses air bersih berada di angka 53,7 persen. Di sisi lain, sanitasi layak tercatat 69,4 persen dan rumah layak huni mencapai 94,2 persen. 

Baca Juga: Tak Perlu Mahal! Ini 10 Buah Terbaik untuk Kulit Sehat dan Bercahaya Menurut dr Gia Pratama

"Berdasarkan data itu mencerminkan masih adanya kesenjangan layanan dasar yang perlu dipercepat penanganannya," tuturnya.

Dalam aspek pembangunan manusia, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berada di angka 70,9 dengan usia harapan hidup 74,71 tahun dan rata-rata lama sekolah 7,86 tahun. Namun, prevalensi stunting masih berada di angka 22,3 persen. 

“Ini menjadi perhatian serius, karena kualitas sumber daya manusia menentukan masa depan daerah,” kata Bala.

Sementara itu, kondisi ekonomi menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan 5,0 persen. Angka kemiskinan tercatat 7,93 persen dan tingkat pengangguran terbuka 2,78 persen, meski inflasi berada di angka 4,52. Oleh sebab itu, ia menilai stabilitas ekonomi tetap perlu dijaga melalui penguatan sektor riil.

Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah menetapkan enam fokus pembangunan, mulai dari peningkatan infrastruktur jalan dan permukiman, kualitas pendidikan dan kesehatan, hingga penguatan ekonomi berbasis UMKM, koperasi, pertanian, dan pariwisata. 

Baca Juga: Koramil Batang Lupar Awasi Penyaluran BBM di SPBU Lanjak, Cegah Penimbunan Tangki Siluman

"Selain itu, pengendalian inflasi, pengelolaan lingkungan hidup, serta digitalisasi pelayanan publik juga menjadi prioritas," tegasnya. 

Pemerintah Kabupaten Sintang juga mendorong dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, terutama dalam pembangunan jalan provinsi, jembatan Ketungau, serta peningkatan akses listrik. 

“Sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci percepatan pembangunan,” pungkas Bala. (nda)

Editor : Hanif
#sintang #infrastruktur #daya saing #RKPD #pertumbuhan ekonomi