Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Revitalisasi Sekolah dan Digitalisasi Pembelajaran di Sintang Dorong Pemerataan Kualitas Pendidikan

Riska Nanda Kumala Sari • Rabu, 22 April 2026 | 15:13 WIB
Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala menyebut program percepatan revitalisasi sekolah dan penguatan digitalisasi pembelajaran sebagai langkah strategis yang selama ini dinantikan pemerintah daerah. (ISTIMEWA)
Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala menyebut program percepatan revitalisasi sekolah dan penguatan digitalisasi pembelajaran sebagai langkah strategis yang selama ini dinantikan pemerintah daerah. (ISTIMEWA)

PONTIANAK POST - Transformasi pendidikan di Kabupaten Sintang mulai menunjukkan arah baru seiring percepatan revitalisasi sekolah dan penguatan digitalisasi pembelajaran. Program yang digagas pemerintah pusat ini menjadi jawaban atas keterbatasan anggaran daerah sekaligus membuka akses pendidikan yang lebih layak dan modern, terutama di wilayah pelosok.

Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, menyebut program tersebut sebagai langkah strategis yang selama ini dinantikan pemerintah daerah. Keterbatasan fiskal membuat pembangunan pendidikan berjalan lambat tanpa dukungan pusat.

“Program ini tentu program pusat, bagi kami Kabupaten Sintang, ini adalah program yang dinantikan karena keuangan daerah sangat terbatas,” ujar Bala, Selasa (21/4).

Program ini merupakan implementasi dari Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 yang menempatkan revitalisasi fisik dan digitalisasi sebagai pilar utama transformasi pendidikan nasional. Melalui kebijakan tersebut, pemerintah pusat tidak hanya memperbaiki sarana pendidikan, tetapi juga mendorong adaptasi teknologi dalam proses belajar mengajar.

Baca Juga: Wabup Sintang Soroti Minimnya Putra Daerah di Posisi Manajerial Perusahaan Sawit

Bala menyatakan pada tahun 2025, sebanyak 18 sekolah di Sintang telah selesai direhabilitasi. Perbaikan mencakup ruang kelas, fasilitas penunjang, hingga lingkungan sekolah yang lebih aman dan nyaman bagi siswa. 

"Hasil ini bisa menjadi fondasi awal sebelum cakupan program diperluas secara signifikan," tutur Bala.

Memasuki 2026, kata Bala jumlah sekolah yang akan direvitalisasi ditargetkan meningkat hingga tiga kali lipat. Langkah ini diharapkan mampu mengatasi kesenjangan kualitas pendidikan antara wilayah perkotaan dan pedalaman.

“Dengan peningkatan jumlah sasaran, kami berharap seluruh anak di Sintang bisa belajar di ruang yang layak dan memotivasi,” harapnya.

Selain pembangunan fisik, digitalisasi menjadi fokus utama melalui pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID). Teknologi ini memungkinkan pembelajaran lebih interaktif dan adaptif terhadap kebutuhan siswa di era digital.

Baca Juga: Pemkab Sintang Dorong GP Ansor Aktif Gerakkan Generasi Muda untuk Pembangunan Daerah

Ia juga menuturkan sebanyak 100 guru dari berbagai jenjang telah mengikuti pendampingan intensif untuk mengoperasikan perangkat tersebut. Pelatihan ini tidak hanya menitikberatkan pada penggunaan alat, tetapi juga pada pengembangan konten pembelajaran yang lebih kreatif.

“Guru tidak hanya menerima perangkat, tetapi juga dibekali kemampuan untuk mengelola pembelajaran digital secara efektif,” jelasnya.

Dengan kombinasi perbaikan infrastruktur dan peningkatan kapasitas guru, program ini diharapkan mampu mempercepat pemerataan kualitas pendidikan di Sintang, sekaligus menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan. (nda)

Editor : Hanif
#revitalisasi sekolah #pembangunan #Kualitas Pendidikan #digitalisasi #pembelajaran