Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Dua Kali Gagal Seleksi, Mendiang Praka Aprianus Akhirnya Berhasil Wujudkan Cita-cita menjadi TNI

Riska Nanda Kumala Sari • Jumat, 1 Mei 2026 | 14:53 WIB
Mediang Praka Aprianus
Mediang Praka Aprianus

 

PONTIANAK POST - Dua kali gagal menjadi prajurit tak mematahkan tekad mendiang Aprianus, hingga akhirnya ia lulus dan justru gugur saat mengabdi untuk negara di Papua.

Praka (Anumerta) Aprianus, prajurit TNI asal Kabupaten Sintang, meninggal dunia saat bertugas pada Rabu, 29 April 2026, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga.

Perjalanan hidupnya menjadi cerita tentang kegigihan yang tak biasa, dari kegagalan berulang hingga akhirnya mengenakan seragam TNI.

Aprianus diketahui sempat dua kali gagal dalam seleksi sebelum berhasil lolos pada percobaan ketiga.

“Dia orangnya pantang menyerah. Meski sempat gagal, dia terus mencoba sampai akhirnya berhasil,” ujar kakaknya, Margareta.

Di balik perjuangannya, Aprianus adalah sosok sederhana yang selalu membantu orang tua.

Ia kerap mengantar orang tua berjualan ke pasar sejak subuh, bahkan setiap pulang ke rumah selalu menyempatkan diri membantu.

“Dia pribadi yang sangat baik dan aktif. Setiap pulang ke rumah, dia selalu membantu orang tua,” kenang Margareta.

Kabar duka datang secara tiba-tiba melalui telepon dari rekan satuannya yang semula hanya menanyakan alamat rumah.

“Awalnya mereka hanya meminta alamat rumah tanpa menjelaskan maksudnya. Tak lama kemudian, kami mendapat kabar adik kami telah meninggal dunia,” katanya.

Margareta kemudian meminta kedua orang tua mereka yang sedang berjualan di pasar untuk segera pulang.

“Saya langsung meminta orang tua pulang karena ada hal penting. Setelah tiba di rumah, barulah kami menyampaikan kabar duka tersebut,” ujarnya.

Aprianus merupakan anggota Batalyon Infanteri 611/Awang Long yang bertugas di Kalimantan Timur.

Ia gugur setelah sekitar empat bulan menjalani penugasan dari total rencana 11 bulan di Papua.

Sebagai bentuk penghormatan negara, almarhum akan dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan.

Personel Kodim 1205/Sintang telah mendatangi rumah duka untuk berkoordinasi dengan keluarga terkait seluruh rangkaian prosesi.

“Karena almarhum meninggal saat menjalankan tugas negara, maka pemakaman akan dilakukan di Taman Makam Pahlawan. Seluruh tahapan prosesi, termasuk persemayaman, sedang kami siapkan,” ujar Pasi Pers Kodim 1205/Sintang, Kapten Inf Witono.

Jenazah rencananya akan disemayamkan di Gereja Katedral Sintang sebelum diberangkatkan ke lokasi pemakaman secara militer.

Kepergian Aprianus menjadi kehilangan bagi keluarga dan masyarakat, sekaligus meninggalkan kisah tentang ketekunan yang berujung pengabdian hingga akhir hayat. (nda)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#Aprianus gugur Papua #pemakaman militer #gagal seleksi TNI #prajurit Sintang #kisah inspiratif TNI