Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pendidikan di Sintang Diperkuat, Kartiyus Dorong Peran Guru dan Metode Pembelajaran Mendalam

Riska Nanda Kumala Sari • Selasa, 5 Mei 2026 | 16:11 WIB
Pemkab Sintang peringati Hari Pendidikan Nasional dengan menegaskan transformasi pendidikan tidak cukup berhenti pada kebijakan, tetapi harus terasa langsung dalam proses belajar mengajar. (ISTIMEWA)
Pemkab Sintang peringati Hari Pendidikan Nasional dengan menegaskan transformasi pendidikan tidak cukup berhenti pada kebijakan, tetapi harus terasa langsung dalam proses belajar mengajar. (ISTIMEWA)

PONTIANAK POST - Arah perbaikan pendidikan di Kabupaten Sintang semakin menitikberatkan pada kualitas pembelajaran di kelas dan penguatan peran guru. Hal ini mengemuka dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026, ketika pemerintah daerah menegaskan bahwa transformasi pendidikan tidak cukup berhenti pada kebijakan, tetapi harus terasa langsung dalam proses belajar mengajar.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Kartiyus, menyampaikan bahwa pendidikan pada dasarnya merupakan proses memanusiakan manusia melalui pendekatan yang tulus dan berorientasi pada pengembangan potensi peserta didik. Menurutnya, nilai-nilai dasar pendidikan yang diwariskan oleh Ki Hajar Dewantara tetap relevan dalam menjawab tantangan zaman.

“Pendidikan adalah proses menemukan dan menumbuhkembangkan potensi manusia sebagai makhluk yang mulia. Intinya adalah memuliakan manusia itu sendiri,” ujar Kartiyus, Senin (4/5).

Ia menjelaskan, pemerintah pusat kini mendorong pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) sebagai strategi utama untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Pendekatan ini diarahkan agar proses belajar tidak sekadar mengejar capaian akademik, tetapi juga membangun pemahaman yang lebih utuh dan kontekstual di dalam kelas.

Baca Juga: Hardiknas 2026, Bupati Kayong Utara Tegaskan Pendidikan Tanpa Diskriminasi dan Inklusif

“Kalau ingin memajukan bangsa, maka pendidikan harus diperbaiki. Dan untuk memperbaiki pendidikan, langkah awalnya harus dimulai dari ruang kelas,” ucap Kartiyus.

Selain metode pembelajaran, perhatian juga diberikan pada peningkatan kapasitas dan kesejahteraan guru. Pemerintah mengalokasikan program beasiswa dan pelatihan dalam jumlah besar, termasuk penguatan kompetensi di bidang teknologi seperti koding dan kecerdasan artifisial.

“Guru adalah kunci keberhasilan pendidikan. Mereka bukan hanya pengajar, tetapi juga teladan dan agen peradaban. Oleh karena itu, kompetensi dan kesejahteraan mereka terus ditingkatkan,” tutur Kartiyus.

Ia menambahkan, berbagai kebijakan yang telah dijalankan dalam satu setengah tahun terakhir bertujuan membangun ekosistem pendidikan yang terintegrasi. Kolaborasi antara sekolah, keluarga, masyarakat, dan media dinilai penting untuk menciptakan pendidikan yang merata dan berkualitas.

“Pendidikan tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan dukungan semua pihak, termasuk masyarakat dan dunia usaha, agar tujuan pendidikan nasional dapat tercapai,” tegasnya.

Baca Juga: Workshop Pantun Melayu Dorong Anak Muda Kapuas Hulu Lestarikan Identitas Budaya Daerah

Kartiyus menyatakan, sebagai bentuk apresiasi terhadap peningkatan kualitas pendidikan, pemerintah daerah juga memberikan penghargaan kepada sejumlah guru berprestasi. "Langkah ini diharapkan dapat memotivasi tenaga pendidik untuk terus berinovasi dalam meningkatkan mutu pembelajaran di Sintang," tukasnya. (nda)

Editor : Hanif
#pendidikan #Perbaikan #peran guru #pembelajaran #Pemkab Sintang