PONTIANAK POST - Upaya mengurangi risiko genangan dan banjir saat musim hujan dilakukan melalui normalisasi drainase di sejumlah titik di Kabupaten Sintang. Kegiatan yang melibatkan personel Kodim 1205/Sintang, masyarakat, dan instansi terkait itu difokuskan pada pembersihan saluran air yang tersumbat akibat sampah, lumpur, dan rumput liar.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat saluran drainase yang tidak berfungsi optimal sering menjadi penyebab utama meluapnya air ketika curah hujan tinggi. Melalui kerja bersama di lapangan, saluran air dibersihkan agar kembali lancar dan mampu menampung debit air secara maksimal.
Personel TNI bersama warga tampak bergotong royong membersihkan drainase menggunakan peralatan sederhana. Tumpukan sampah dan endapan lumpur yang selama ini menghambat aliran air diangkat secara manual untuk mengembalikan fungsi saluran.
Pasiops Kodim 1205/Sintang, Kapten Inf Fery Radja, mengatakan keterlibatan TNI dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari kepedulian terhadap persoalan lingkungan yang berdampak langsung pada masyarakat.
Baca Juga: Pemkab Sintang Perkuat Validasi Data Kemiskinan melalui Optimalisasi Sistem SIKS-NG
“Melalui kegiatan normalisasi drainase ini, diharapkan aliran air menjadi lebih lancar sehingga dapat meminimalisir terjadinya genangan maupun banjir saat curah hujan tinggi,” ujar Fery Radja, Senin (11/5).
Ia menambahkan, persoalan kebersihan lingkungan membutuhkan keterlibatan bersama, tidak hanya pemerintah tetapi juga masyarakat. Menurutnya, kerja kolektif menjadi kunci agar lingkungan tetap bersih dan risiko banjir dapat ditekan.
“Kegiatan ini juga menjadi wujud sinergitas antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga lingkungan,” katanya.
Ia menyatakan kegiatan ini juga menuai respon positif dari masyarakat, sebab
kondisi drainase yang bersih diyakini dapat mengurangi potensi genangan, terutama di kawasan yang selama ini rawan tergenang saat hujan deras.
Ia juga berharap kegiatan serupa tidak berhenti sebagai aksi sesaat, tetapi dilakukan secara berkala agar kebersihan lingkungan tetap terjaga.
"Selain memperlancar aliran air, kegiatan gotong royong semacam ini juga dianggap memperkuat kebersamaan warga dalam menjaga lingkungan tempat tinggal mereka," pungkasnya. (nda)
Editor : Hanif