Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

BPBD Sintang Mulai Kirim Bantuan Logistik ke Wilayah Banjir, Ribuan KK Terdampak di Tiga Kecamatan

Riska Nanda Kumala Sari • Senin, 18 Mei 2026 | 12:51 WIB
Desa Nanga Mau, Kabupaten Sintang menjadi satu diantara wilayah yang terdampak banjir. (ISTIMEWA)
Desa Nanga Mau, Kabupaten Sintang menjadi satu diantara wilayah yang terdampak banjir. (ISTIMEWA)

PONTIANAK POST - Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Sintang terus meluas dan berdampak pada ribuan kepala keluarga.

Hingga Minggu malam, 17 Mei 2026 pukul 21.00 WIB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang mencatat sedikitnya 2.718 kepala keluarga (KK) terdampak banjir di tiga kecamatan, yakni Kayan Hulu, Kayan Hilir, dan Kelam Permai.

Meski genangan air masih terjadi di sejumlah wilayah, laporan sementara menyebutkan belum ada korban jiwa akibat bencana tersebut.

Baca Juga: Debit Sungai Kayan Naik, Wilayah Terdampak Banjir di Sintang Diperkirakan Bertambah

Di tengah kondisi banjir yang masih berkembang, tim rescue BPBD Kabupaten Sintang mulai bergerak menuju sejumlah lokasi terdampak untuk menyalurkan bantuan kebutuhan pokok kepada masyarakat.

Fokus penyaluran logistik saat ini diarahkan ke Desa Nanga Mau dan Nanga Tebidah, wilayah yang terdampak cukup serius akibat meluapnya debit sungai.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Sintang, Benyamin, mengatakan bantuan tersebut akan disalurkan melalui dapur umum yang telah dibentuk pemerintah kecamatan guna memenuhi kebutuhan warga terdampak.

“Saat ini tim rescue BPBD sudah menuju Desa Nanga Mau dan Nanga Tebidah untuk membawa bantuan logistik yang akan disalurkan melalui dapur umum di tingkat kecamatan,” ujar Benyamin, Senin (18/5).

Baca Juga: DPRD Pontianak Desak Pemkot Segera Siapkan Blueprint Penanganan Banjir Jangka Panjang

Menurutnya, bantuan logistik yang dikirim berupa bahan pangan pokok dan makanan cepat saji yang dinilai paling dibutuhkan masyarakat dalam kondisi darurat. Beberapa jenis bantuan yang dibawa antara lain beras, mi instan, serta ikan sarden siap konsumsi.

“Kemungkinan satu dapur umum akan disiapkan di masing-masing kecamatan terdampak agar distribusi bantuan lebih terpusat,” katanya.

Berdasarkan laporan sementara Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Sintang, Kecamatan Kayan Hulu menjadi wilayah dengan dampak paling luas, yakni 13 desa terdampak dengan total 1.811 KK.

Selain permukiman terendam, banjir juga menyebabkan jembatan gantung di Desa Nanga Toran roboh sehingga akses masyarakat terputus.

Sementara di Kecamatan Kayan Hilir tercatat sembilan desa terdampak dengan jumlah 748 KK. Ketinggian air di sejumlah lokasi dilaporkan mencapai satu hingga tiga meter. Warga yang rumahnya terendam sebagian besar mengungsi ke rumah kerabat atau lokasi lebih tinggi.

Adapun di Kecamatan Kelam Permai, banjir melanda dua dusun di Desa Bengkuang, yakni Dusun Gembala dan Belungkak dengan total 159 KK atau 509 jiwa terdampak.

Baca Juga: Banjir Sintang Kian Parah, 35 Desa di Tiga Kecamatan Terdampak

Benyamin menambahkan sejumlah kebutuhan mendesak yang mulai terlihat di lapangan meliputi perahu karet, makanan siap saji, air bersih, obat-obatan, hingga bantuan perbaikan infrastruktur, khususnya jembatan gantung di Desa Nanga Toran yang roboh.

“Pendataan masih terus berjalan dan perkembangan kondisi akan kami laporkan secara berkala,” pungkasnya. (nda)

Editor : Miftahul Khair
#Banjir Sintang #bantuan logistik #BPBD Sintang