PONTIANAK POST - Pameran Ekonomi Kreatif (Ekraf), kuliner, festival musik, panggung seni dan hiburan dalam rangka Hari Jadi Kota Sintang ke-664 tahun 2026 mencatat perputaran uang mencapai sekitar Rp6 miliar selama 10 hari pelaksanaan. Kegiatan yang berlangsung di Halaman GOR Apang Semangai itu diikuti 160 peserta dan dinilai mampu mendorong aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus menjadi ruang kreativitas bagi pelaku usaha dan generasi muda.
Ketua Panitia Pameran Ekraf 2026, Hendrika, menjelaskan tingginya transaksi selama kegiatan menunjukkan besarnya antusiasme masyarakat terhadap pelaksanaan pameran tahun ini. Selain pelaku usaha kuliner dan ekonomi kreatif, kegiatan juga melibatkan berbagai komunitas seni serta peserta lomba dari berbagai kalangan.
“Total peserta pameran tahun ini sebanyak 160 peserta. Setelah dikalkulasikan, perputaran dana selama 10 hari kurang lebih mencapai Rp6 miliar lebih,” ujar Hendrika.
Selama pelaksanaan, panitia menggelar berbagai agenda seperti lomba lagu dangdut, tembang kenangan, festival musik yang diikuti anak muda, lomba tari bagi pelajar hingga fashion show anak. Beragam kegiatan tersebut dinilai berhasil menarik kunjungan masyarakat setiap hari.
Baca Juga: Sekda Sintang Tegaskan Tidak Boleh Ada Anak Tidak Tertampung pada SPMB 2026
“Saya melihat setiap hari arena pameran dikunjungi banyak masyarakat Kabupaten Sintang yang datang secara ramai,” katanya.
Sementara itu, Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan secara bersama-sama, terutama pada kegiatan yang melibatkan banyak orang. Menurut Bala, suasana tertib selama pelaksanaan Pameran Ekonomi Kreatif (Ekraf) 2026 menjadi bukti bahwa keamanan tidak hanya bergantung pada aparat, tetapi juga kesadaran warga untuk menjaga diri dan lingkungan sekitar.
“Kita ramai tapi aman, maka harus dipertahankan. Bukan hanya aparat yang mengamankan kita, tetapi kita sendiri yang pertama menjaga diri,” ungkap Bala.
Di sisi lain, pelaksanaan Pameran Ekraf 2026 dinilai tidak sekadar menjadi ruang hiburan bagi masyarakat, namun juga memberi dampak ekonomi yang cukup besar bagi pelaku usaha lokal di Kabupaten Sintang. Kegiatan yang berlangsung selama 10 hari tersebut turut menjadi wadah promosi berbagai produk ekonomi kreatif, kuliner dan seni budaya daerah kepada masyarakat luas.
“Pameran ini tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan memperkenalkan produk lokal Sintang kepada masyarakat,” tukasnya. (nda)
Editor : Hanif