PONTIANAK POST - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Sintang, Ny. Hermina Bala, menekankan pentingnya pemahaman kaum perempuan terhadap teknik pencegahan kebakaran rumah tangga. Menurutnya, perempuan terutama ibu rumah tangga memiliki peran penting dalam mencegah risiko kebakaran karena aktivitas sehari-hari banyak dilakukan di dapur.
Hermina mengatakan, kedekatan ibu rumah tangga dengan aktivitas memasak membuat pemahaman terkait keselamatan penggunaan api menjadi kebutuhan penting. Ia mengingatkan bahwa kelalaian kecil di dapur dapat memicu kebakaran yang berpotensi membahayakan penghuni rumah.
“Kita sering mendengar pepatah api besar menjadi lawan, api kecil menjadi kawan. Sebagai ibu rumah tangga, kita sangat dekat dengan api karena tugas sehari-hari berkaitan dengan dapur,” ujar Hermina, Selasa (19/5).
Menurutnya, sejumlah faktor seperti lupa mematikan kompor, kebocoran tabung gas, kebocoran oven gas, hingga kesalahan penempatan tabung gas menjadi penyebab yang kerap memicu kebakaran rumah tangga.
Baca Juga: DBD di Kapuas Hulu Meningkat Jadi 179 Kasus, Putussibau Utara Tertinggi dan Satu Warga Meninggal
“Dalam tugas yang berhubungan dengan dapur tersebut, kita tidak menutup kemungkinan ada unsur kelalaian dari diri kita, seperti lupa memadamkan kompor, kebocoran tabung gas, kebocoran oven gas, salah dalam penempatan tabung gas dan lain-lain yang dapat memicu terjadinya kebakaran,” terang Hermina.
Ia berharap masyarakat, khususnya para ibu, memiliki kemampuan dasar dalam menangani insiden kecil di dapur agar tidak berkembang menjadi kebakaran besar. Menurutnya, pengetahuan mengenai teknik penanganan awal menjadi bagian penting dalam upaya mitigasi risiko.
“Jika ke depan terjadi sesuatu di dapur kita, diharapkan ibu-ibu dapat mengatasinya dengan baik, benar dan aman sehingga dapat mencegah kebakaran besar. Tentunya perlu ilmu, teknik, cara dan keberanian agar tidak membahayakan diri kita,” katanya.
Hermina juga mengingatkan peserta agar memanfaatkan kegiatan edukasi tersebut secara maksimal dengan aktif bertanya dan mencoba simulasi yang diberikan agar memahami tata cara pencegahan serta penanggulangan kebakaran secara tepat. (nda)
Editor : Hanif