PONTIANAK POST - Ketahanan ekonomi keluarga dinilai menjadi faktor penting dalam mencegah berbagai persoalan sosial di masyarakat, mulai dari meningkatnya angka putus sekolah, ancaman stunting, hingga kekerasan dalam rumah tangga. Kondisi ekonomi yang rapuh bahkan disebut dapat memengaruhi kualitas pengasuhan anak dan kesejahteraan perempuan dalam keluarga.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Kartiyus mengatakan, penguatan ekonomi keluarga perlu menjadi perhatian bersama karena keluarga merupakan fondasi utama pembangunan daerah. Menurutnya, kualitas generasi masa depan sangat ditentukan oleh bagaimana keluarga menjalankan fungsi pengasuhan, pendidikan, dan perlindungan terhadap anak.
“Ketika perekonomian keluarga rapuh, implikasinya bisa sangat luas. Angka putus sekolah meningkat, pemenuhan gizi anak terancam dan berpotensi memicu stunting, hingga potensi terjadinya gesekan sosial atau kekerasan dalam rumah tangga dapat meningkat,” ujar Kartiyus, Rabu (20/5).
Ia menilai peningkatan ekonomi keluarga memiliki hubungan erat dengan kesejahteraan perempuan dan anak. Saat kondisi ekonomi membaik, kata dia, kualitas pendidikan anak, kesehatan keluarga, hingga keharmonisan rumah tangga juga cenderung meningkat.
Baca Juga: Bupati Sintang Imbau Warga Waspadai Hoaks dan Utamakan Musyawarah Jaga Kondusivitas
“Peningkatan ekonomi keluarga menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan kesejahteraan perempuan dan anak. Ketika kondisi ekonomi keluarga membaik, maka kualitas pendidikan anak, kesehatan keluarga, serta keharmonisan rumah tangga juga akan membaik,” katanya.
Kartiyus menambahkan, penguatan ketahanan keluarga juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menekan angka kemiskinan, stunting, kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta perkawinan usia anak. Karena itu, masyarakat didorong memiliki wawasan dan keterampilan untuk mengembangkan potensi ekonomi keluarga secara mandiri.
“Melalui kegiatan ini saya berharap masyarakat semakin memahami pentingnya ketahanan keluarga, perempuan semakin berdaya secara ekonomi, anak-anak mendapatkan pengasuhan yang baik, serta terciptanya keluarga yang sehat, harmonis, mandiri, dan sejahtera,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sintang, Iwan Kurniawan, mengatakan penguatan ketahanan keluarga perlu dilakukan secara kolaboratif agar mampu menjawab berbagai tantangan sosial dan ekonomi di tengah masyarakat.
Satu diantara upaya yang dilakukan yakni melalui sosialisasi bertema Keluarga Cerdas, Ekonomi Tuntas, dengan Sinergi Puspaga untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak.
Baca Juga: Peringati Harkitnas, Jamhuri Amir Ajak Generasi Muda Ketapang Perkuat Karakter Bangsa
Menurutnya, tema tersebut dipilih untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya keluarga sebagai fondasi kesejahteraan perempuan dan anak.
“Melalui sinergi Puspaga, kami ingin mendorong keluarga agar semakin kuat secara ekonomi dan mampu menciptakan lingkungan yang aman serta mendukung tumbuh kembang anak,” ujar Iwan.
Iwan menjelaskan, kegiatan tersebut diikuti sebanyak 40 peserta yang berasal dari PKK, organisasi perempuan, dan Forum Anak Kabupaten Sintang. Keterlibatan berbagai unsur itu dinilai penting agar edukasi mengenai ketahanan keluarga dapat menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat.
"Kami berharap para peserta dapat menjadi perpanjangan tangan dalam menyebarluaskan pemahaman tentang penguatan ekonomi keluarga, pola pengasuhan yang baik, serta perlindungan terhadap perempuan dan anak di lingkungan masing-masing," tutupnya. (nda)
Editor : Hanif