Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Pemkab Sintang Bentuk Forum DAS, Menjawab Ancaman Banjir dan Kerusakan Lingkungan

Riska Nanda Kumala Sari • Jumat, 5 Juni 2026 | 15:22 WIB
Pemkab Sintang bentuk forum Daerah Aliran Sungai (DAS) sebagai langkah memperkuat sinergi berbagai pihak dalam menangani persoalan lingkungan yang semakin kompleks. (ISTIMEWA)
Pemkab Sintang bentuk forum Daerah Aliran Sungai (DAS) sebagai langkah memperkuat sinergi berbagai pihak dalam menangani persoalan lingkungan yang semakin kompleks. (ISTIMEWA)

PONTIANAK POST - Pemerintah Kabupaten Sintang membentuk Forum Koordinasi Daerah Aliran Sungai (DAS) sebagai langkah memperkuat sinergi berbagai pihak dalam menangani persoalan lingkungan yang semakin kompleks, mulai dari banjir, sedimentasi sungai, degradasi lahan hingga penurunan kualitas sumber daya air.

Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala menegaskan bahwa pengelolaan DAS memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus menjamin keberlanjutan sumber daya air bagi masyarakat. Menurutnya, wilayah Kabupaten Sintang yang memiliki kawasan hutan dan jaringan sungai yang luas membutuhkan tata kelola DAS yang terencana dan berkelanjutan.

“Pengelolaan daerah aliran sungai merupakan bagian penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan, keberlanjutan sumber daya air, ketahanan pangan, pengendalian banjir, serta perlindungan kawasan hulu dan hilir secara terpadu,” ujar Bala.

Ia menjelaskan, pembentukan Forum DAS menjadi wadah koordinasi yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat hingga pemerhati lingkungan. Keterlibatan banyak pihak dinilai penting agar kebijakan dan program pengelolaan lingkungan dapat berjalan lebih efektif.

Baca Juga: Pemkab Sintang Bentuk Tim Pengawas Penggunaan Bahasa Indonesia di Instansi Pemerintah

“Forum DAS Kabupaten Sintang menjadi wadah koordinasi, konsultasi, sinergi dan komunikasi para pihak dalam pengelolaan daerah aliran sungai. Karena itu, kami menetapkan keanggotaan yang mewakili berbagai unsur agar mampu bekerja secara kolaboratif,” katanya.

Bala menilai tantangan lingkungan yang dihadapi saat ini tidak dapat diselesaikan melalui pendekatan sektoral. Berbagai persoalan yang muncul di kawasan DAS saling berkaitan sehingga membutuhkan penanganan yang menyeluruh dan berkesinambungan.

“Kita memahami bahwa persoalan seperti banjir, sedimentasi sungai, degradasi lahan, penurunan kualitas air hingga perubahan tata guna lahan memerlukan penanganan yang terintegrasi dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Menurut Bala, pengelolaan DAS yang baik juga menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan daerah. Karena itu, pemerintah daerah terus menjalankan berbagai kebijakan yang berorientasi pada pelestarian lingkungan, rehabilitasi kawasan kritis, konservasi sumber daya air serta penguatan peran masyarakat dalam menjaga kelestarian sungai dan kawasan hulu.

“Pengelolaan DAS tidak dapat dilakukan secara sektoral, melainkan harus melalui pendekatan kolaboratif dan partisipatif. Kelestarian lingkungan dan sumber daya air menjadi tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Baca Juga: Warga Keluhkan Infrastruktur Jalan dan Jembatan Rusak di Embaloh Hilir Kapuas Hulu

Melalui Forum DAS, pemerintah berharap koordinasi antar pemangku kepentingan semakin kuat sehingga upaya menjaga kualitas lingkungan dan sumber daya air di Kabupaten Sintang dapat berlangsung secara berkelanjutan. (nda)

Editor : Hanif
#kerusakan lingkungan #DAS #banjir #Pemkab Sintang