PONTIANAK POST - Keterbatasan anggaran daerah tidak menyurutkan optimisme Kabupaten Sintang untuk bersaing pada ajang Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV di Manokwari, Papua Barat. Meski belum dapat mengirim kontingen dalam jumlah besar, tim yang diberangkatkan diyakini mampu memberikan penampilan terbaik dan mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.
Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala mengatakan, pemerintah daerah sebenarnya ingin mengirim lebih banyak peserta, baik untuk mengikuti perlombaan maupun menambah pengalaman di tingkat nasional. Namun, kondisi keuangan daerah masih menjadi tantangan yang harus dihadapi.
“Secara ideal kami ingin mengirim lebih banyak peserta. Namun saat ini kemampuan pendanaan daerah masih terbatas karena banyak kebutuhan pembangunan dan pelayanan masyarakat yang juga harus dipenuhi,” ujar Bala, Rabu (24/6).
Baca Juga: Hari Berkabung Daerah Kalbar, Warga Sintang Diminta Kibarkan Bendera Setengah Tiang
Menurut Bala, keterbatasan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk menurunkan semangat para peserta. Ia meminta seluruh anggota tim tetap fokus mempersiapkan diri dan menunjukkan kemampuan terbaik selama mengikuti perlombaan.
“Saya berharap seluruh peserta tetap semangat mengikuti setiap cabang lomba. Tunjukkan kemampuan terbaik yang sudah dipersiapkan selama ini. Kita semua berharap Kabupaten Sintang dapat meraih hasil yang membanggakan,” katanya.
Ia menambahkan, seluruh sumber pembiayaan pembangunan daerah berasal dari kontribusi masyarakat melalui pembayaran pajak. Karena itu, pertumbuhan ekonomi daerah perlu terus didorong agar kemampuan fiskal pemerintah semakin kuat pada masa mendatang.
“PAD berasal dari pajak yang dibayarkan oleh rakyat. Semua pembangunan dan berbagai kegiatan yang kita lakukan berawal dari kontribusi masyarakat,” jelasnya.
Baca Juga: Cari Sumber PAD Baru, Wabup Ketapang Usulkan Alih Fungsi Pelabuhan hingga Penguatan Logistik Daerah
Pesparawi Nasional XIV akan diikuti kontingen dari berbagai provinsi serta kabupaten dan kota di seluruh Indonesia. Ajang tersebut tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga wadah pembinaan seni paduan suara gerejawi sekaligus mempererat persaudaraan antarumat Kristiani.
Bala menilai persaingan di tingkat nasional akan berlangsung ketat karena setiap daerah mengirimkan peserta terbaiknya. Karena itu, selain mengejar prestasi, ia menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan menunjukkan karakter yang baik selama mengikuti kegiatan.
“Ini adalah perlombaan yang diikuti peserta terbaik dari seluruh daerah. Yang terpenting adalah memberikan penampilan terbaik, menjaga kekompakan, dan menjaga nama baik Kabupaten Sintang,” pesannya. (nda)
Editor : Miftakhair