Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Kasus Campak Meningkat, Dinkes Sintang Siapkan Imunisasi Ulang di Tiga Puskesmas

Riska Nanda Kumala Sari • Minggu, 12 Juli 2026 | 23:06 WIB
Ilustrasi imunisasi campak.
Ilustrasi imunisasi campak.

 

PONTIANAK POST – Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang menyiapkan pelaksanaan imunisasi ulang campak sebagai langkah mengendalikan peningkatan kasus yang saat ini terkonsentrasi di wilayah Kota Sintang. Tiga puskesmas menjadi prioritas penanganan untuk mencegah penyebaran penyakit meluas.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, dr. Rosa Trifinia, mengatakan kenaikan kasus sejauh ini hanya terjadi di kawasan perkotaan. Sementara di kecamatan lain belum ditemukan lonjakan yang mengarah pada kejadian luar biasa (KLB).

"Kasus campak memang mengalami kenaikan, tetapi penyebarannya masih terfokus di wilayah Kota Sintang. Di luar wilayah itu, situasinya masih terkendali dan belum ditemukan peningkatan yang mengarah pada wabah," ujar Rosa, Minggu (12/7).

Baca Juga: Jangan Anggap Remeh, Campak Bisa Menyebabkan Pneumonia dan Ensefalitis

Tiga Puskesmas Jadi Prioritas Penanganan

Berdasarkan pemantauan Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, kasus campak ditemukan di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Puri, Puskesmas Sungai Durian, dan Puskesmas Dara Juanti. Ketiga puskesmas tersebut menjadi fokus pengendalian penularan.

Sebagai langkah awal, Dinas Kesehatan bersama seluruh puskesmas melakukan pendataan ulang terhadap masyarakat yang menjadi sasaran imunisasi campak.

"Pendataan inilah yang menjadi dasar pelaksanaan vaksinasi ulang yang akan segera dilakukan setelah seluruh kebutuhan terpenuhi," jelasnya.

Baca Juga: Kasus Campak di Pontianak Masih Minim, Dinkes Gencarkan Imunisasi dan Sosialisasi Pencegahan

Imunisasi Ulang Tetap Diberikan

Rosa menjelaskan, imunisasi ulang tetap akan diberikan kepada kelompok sasaran meskipun sebelumnya telah menerima vaksin campak. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat kekebalan tubuh sekaligus membantu memutus rantai penularan.

"Penerima imunisasi akan didata kembali. Walaupun sebagian sudah pernah memperoleh vaksin campak, imunisasi ulang tetap diperlukan sebagai upaya meningkatkan perlindungan dan menekan penambahan kasus," katanya.

Baca Juga: Cakupan Imunisasi Campak di Kubu Raya Baru 50 Persen, Dinkes Gencarkan Edukasi

Dinkes Tunggu Tambahan Stok Vaksin

Jumlah sasaran penerima imunisasi ulang saat ini masih dalam proses pendataan. Di saat yang sama, Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang telah mengajukan permintaan tambahan stok vaksin kepada Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat.

Setelah stok vaksin tersedia dan pendataan sasaran selesai, petugas kesehatan akan melaksanakan imunisasi kepada masyarakat yang menjadi prioritas di wilayah terdampak.

"Begitu pasokan vaksin diterima dan data sasaran telah lengkap, petugas akan turun ke lapangan untuk memberikan imunisasi kepada warga yang menjadi prioritas. Cara ini diharapkan dapat mempercepat perlindungan masyarakat sekaligus mengendalikan penyebaran campak di Kota Sintang," tutupnya.

Langkah Dinas Kesehatan Sintang ini sejalan dengan program Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat yang terus mendorong peningkatan cakupan imunisasi dasar lengkap (IDL) di seluruh daerah.

Hingga Mei 2026, sejumlah wilayah di Kalbar masih memerlukan perhatian agar target cakupan imunisasi pada akhir tahun dapat tercapai, sehingga penguatan program imunisasi di kabupaten dan kota terus menjadi prioritas.

Editor : Uray Ronald
imunisasi ulang campak Sintang kasus campak Kota Sintang Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang vaksin campak Kalimantan Barat puskesmas prioritas campak Sintang