PONTIANAK POST - Pelatihan Dasar (Latsar) bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemerintah Kabupaten Sintang tahun 2026 menerapkan pola pembelajaran berjenjang yang mengombinasikan belajar mandiri, pembelajaran daring, praktik di lingkungan kerja, hingga tatap muka. Skema tersebut disusun agar peserta tidak hanya memahami materi secara teori, tetapi juga mampu mengimplementasikan kompetensi dan nilai-nilai dasar aparatur sipil negara dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sintang, Maryadi, menjelaskan pelaksanaan Latsar tahun ini menggunakan empat metode pembelajaran agar peserta dapat memperoleh pemahaman yang komprehensif sekaligus mengaplikasikan materi secara langsung di lingkungan kerja.
"Pelatihan dilaksanakan melalui empat metode, yakni pembelajaran di tempat kedudukan masing-masing, tatap muka secara daring, pembelajaran di tempat kerja masing-masing, dan tatap muka langsung," ujar Maryadi, Selasa (21/7).
Menurutnya, sistem tersebut dirancang agar peserta tidak hanya memahami materi secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai dasar ASN dalam pelaksanaan tugas sehari-hari selama masa percobaan sebagai CPNS. Maryadi mengungkapkan, peserta Latsar tahun 2026 berjumlah 183 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 179 orang merupakan CPNS hasil seleksi tahun 2025, sedangkan empat peserta lainnya merupakan CPNS tahun 2026. Ia menjelaskan seluruh peserta akan menjalani total 615 jam pelajaran yang terbagi ke dalam beberapa tahapan. Tahapan pertama berupa pembelajaran mandiri selama sembilan hari kerja untuk memberikan pemahaman awal terhadap materi pelatihan.
Tahapan berikutnya adalah habituasi selama 40 hari kerja. Dalam masa tersebut, peserta menerapkan secara langsung materi yang telah dipelajari di unit kerja masing-masing sebagai bagian dari proses pembentukan kompetensi dan budaya kerja ASN.
"Sebagai penutup nanti peserta mengikuti pembelajaran klasikal atau tatap muka langsung selama tiga hari di Aula BKPSDM Kabupaten Sintang," terang Maryadi.
Baca Juga: Ketua DWP Sintang Norhayati Kartiyus Tekankan Kerja Sama dan Kekompakan Keluarga ASN
Maryadi berharap rangkaian pelatihan tersebut mampu menghasilkan ASN yang memiliki kompetensi teknis, kemampuan beradaptasi, serta integritas yang kuat dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat. Melalui kombinasi pembelajaran digital, praktik di tempat kerja, dan pembelajaran klasikal, peserta diharapkan mampu menyelesaikan masa percobaan dengan bekal pengetahuan, keterampilan, dan sikap profesional yang dibutuhkan dalam birokrasi modern. (nda)
Editor : Miftakhair