PONTIANAK POST - Pekan Gawai Dayak (PGD) Kabupaten Sintang ke-XIII Tahun 2026 diawali dengan misa syukur di Betang Tampun Juah, Jerora Satu, Selasa (28/7) sore. Perayaan Ekaristi yang diikuti pengurus Dewan Adat Dayak (DAD), panitia, peserta lomba, tamu dari Sarawak, Malaysia, dan masyarakat itu mengingatkan kembali makna Gawai Dayak sebagai ungkapan syukur atas hasil panen sekaligus ruang mempererat persaudaraan.
Misa dipimpin Pastor Yakobus Rua Bai, SMM. Dalam homilinya, ia menegaskan bahwa akar utama penyelenggaraan Gawai Dayak bukan sekadar perayaan budaya, tetapi wujud rasa syukur kepada Tuhan setelah masyarakat melewati musim berladang.
“Gawai Dayak dilaksanakan karena kita ingin bersyukur atas hasil panen yang telah Tuhan anugerahkan. Selain itu, Gawai juga menjadi sarana berkumpul untuk memperkuat kebersamaan dan persatuan. Saya berharap Gawai Dayak terus menjadi wadah untuk merawat tradisi, budaya, dan seni. Kalau tidak ada biji padi, apalah arti sebuah gawai,” ujar Pastor Yakobus.
Menurutnya, makna syukur tersebut harus tetap menjadi roh penyelenggaraan Gawai di tengah perkembangan zaman. Nilai budaya yang diwariskan leluhur tidak hanya dipelihara melalui berbagai perlombaan dan pertunjukan seni, tetapi juga melalui kebersamaan yang terjalin di antara masyarakat.
Pastor Yakobus mengatakan Gawai Dayak menjadi kesempatan memperkuat hubungan sosial melalui perjumpaan langsung antarsesama. Momentum tersebut dinilai penting untuk menjaga persaudaraan dan persatuan di tengah keberagaman masyarakat.
Baca Juga: Klinik Investasi Resmi Hadir di MPP Sintang, Permudah Masyarakat Memulai dan Mengembangkan Usaha
Ia juga mengajak masyarakat Dayak menghadirkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari dengan menjadi pribadi yang memberi manfaat bagi lingkungan sekitar. Pesan itu disampaikan melalui perumpamaan garam dan terang dunia dalam ajaran Kristiani.(nda)
Editor : Miftakhair