Kualitas Udara Memburuk, Sekolah di Sintang Terapkan Pembelajaran Daring

Riska Nanda Kumala Sari • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:23 WIB
Kabut asap yang menyelimuti salah satu kantor pemerintahan di Kalbar. Dampkanya berbahaya bagi kesehatan (DOK PONTIANAK POST)
Kabut asap yang menyelimuti salah satu kantor pemerintahan di Kalbar. Dampkanya berbahaya bagi kesehatan (DOK PONTIANAK POST)

PONTIANAK POST - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) membuat seluruh sekolah di Kabupaten Sintang mengalihkan pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran daring pada 14 hingga 17 Agustus 2026. Kebijakan tersebut diambil menyusul penurunan kualitas udara yang berisiko terhadap kesehatan siswa dan guru.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang Herkolanus Roni mengatakan, keputusan itu merupakan langkah perlindungan terhadap warga sekolah setelah kondisi udara menunjukkan penurunan drastis akibat karhutla.

“Nilai ISPU berada pada kategori sedang hingga tidak sehat secara umum, bahkan beberapa kali berada pada level berbahaya terutama di wilayah-wilayah yang dekat dengan titik api atau hotspot," ujar Herkolanus Roni, Jum'at (14/8).

Baca Juga: Bila Kabut Asap Masih Pekat, Sekolah Siapkan Opsi Upacara 17 Agustus Secara Daring

Herkolanus Roni menjelaskan, kepala sekolah dan guru tetap wajib memastikan kegiatan belajar berjalan sesuai jadwal dengan memanfaatkan sarana serta platform pembelajaran yang tersedia. Materi, tugas dan asesmen juga diminta diberikan secara proporsional agar siswa tidak terbebani selama belajar dari rumah.

Orang tua atau wali siswa turut diminta aktif mendampingi anak selama pembelajaran berlangsung. Aktivitas anak di luar rumah juga perlu dibatasi dan penggunaan masker dianjurkan ketika berada di luar. (nda)

 

Editor : Hanif
17 agustus 2026 sekolah di sintang Belajar Daring karhutla kabut asap