Bila Kabut Asap Masih Pekat, Sekolah Siapkan Opsi Upacara 17 Agustus Secara Daring

PONTIANAK POST – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat pelaksanaan upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di sejumlah sekolah Kalimantan Barat (Kalbar) belum sepenuhnya pasti. Upacara daring 17 Agustus disiapkan sebagai alternatif jika kualitas udara tetap buruk dan kegiatan luar ruangan dinilai berisiko bagi pelajar.
Di SMAN 1 Pontianak, persiapan upacara dan berbagai perlombaan sebenarnya telah mencapai 100 persen. Namun, sekolah memilih menunggu arahan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar sebelum menentukan bentuk pelaksanaan.
Kepala SMAN 1 Pontianak Indang Maryati mengatakan kesehatan siswa menjadi pertimbangan utama.
“Yang pasti untuk pelaksanaan upacara menunggu arahan dari dinas pendidikan. Walaupun tetap dilaksanakan dalam kondisi udara masih buruk, semuanya wajib menggunakan masker. Alternatif bisa dilaksanakan dengan daring. Kesehatan lebih diutamakan,” kata Indang, Jumat (14/8).
Udara Belum Sepenuhnya Aman
Kabut asap masih menjadi persoalan di Pontianak dan sejumlah wilayah Kalbar meski hujan mulai mengguyur pada Jumat sore.
Pemkot Pontianak sebelumnya mengalihkan pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran daring menyusul memburuknya kualitas udara akibat asap karhutla. Kebijakan tersebut diterapkan untuk melindungi siswa dari paparan asap.
Berdasarkan data prakiraan IQAir yang Anda berikan, AQI⁺ Pontianak berada di angka 152, kemudian diperkirakan 130 pada Sabtu, 123 pada Minggu, dan 126 pada Senin. Angka tersebut masih berada pada kategori tidak sehat.
Kondisi itu menjadi pertimbangan penting karena upacara kemerdekaan umumnya berlangsung di ruang terbuka dan melibatkan peserta dalam jumlah besar.
Upacara Daring Jadi Jalan Tengah
Opsi upacara daring bukan berarti sekolah mengabaikan peringatan kemerdekaan. Sebaliknya, cara tersebut memungkinkan siswa tetap mengikuti momentum HUT RI tanpa harus berkumpul di tengah kondisi udara yang belum ideal.
Indang mengatakan latihan Paskibra SMAN 1 Pontianak masih dilakukan di halaman sekolah. Namun, perlombaan kemerdekaan ditunda sampai kondisi kabut asap membaik.



