Saka Adhyasta Pemilu Sintang Diminta Tak Sekadar Punya Pengurus, Harus Aktif di Masyarakat

Riska Nanda Kumala Sari • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 09:58 WIB

 

Staf Ahli Bupati Sintang Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan, Asmidi.
Staf Ahli Bupati Sintang Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan, Asmidi.

PONTIANAK POST - Satuan Karya Pramuka Saka Adhyasta Pemilu Cabang Sintang periode 2026 hingga 2031 diharapkan tidak berhenti sebagai struktur organisasi. Pemerintah Kabupaten Sintang meminta wadah yang dibentuk bersama Bawaslu tersebut segera diisi kegiatan yang menyentuh generasi muda dan masyarakat.

Staf Ahli Bupati Sintang Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan, Asmidi, mengatakan keberadaan Saka Adhyasta Pemilu akan kehilangan makna apabila hanya menghasilkan kepengurusan tanpa program lanjutan. Menurutnya, organisasi tersebut memiliki peluang menjadi sarana pendidikan demokrasi sekaligus pengawasan pemilu berbasis partisipasi anak muda.

“Setelah kepengurusan terbentuk, yang lebih penting adalah apa yang dikerjakan. Harus ada kegiatan yang membuat masyarakat mendapatkan pengetahuan dan anak muda memiliki pengalaman langsung dalam kehidupan demokrasi,” ujar Asmidi di Sintang kemarin.

 Baca Juga: ICDN Sintang Minta Perda Pembukaan Lahan Dipertahankan, Soroti Akar Persoalan Karhutla

Ia menyebut sejumlah kegiatan dapat dikembangkan, mulai dari diskusi kepemiluan, pendidikan politik, literasi digital hingga pengawasan partisipatif. Program tersebut dinilai relevan dengan kondisi masyarakat yang kini semakin bergantung pada arus informasi digital.

“Informasi bisa tersebar dalam hitungan detik. Anak muda perlu memiliki kebiasaan memeriksa sumber sebelum menyimpulkan sesuatu. Jangan sampai informasi palsu justru memengaruhi cara mereka melihat persoalan politik,” katanya.

Asmidi juga menilai pembentukan Saka Adhyasta Pemilu memiliki kaitan erat dengan pembinaan karakter. Nilai yang diajarkan dalam Pramuka seperti disiplin, tanggung jawab, keberanian dan kepemimpinan dapat diarahkan untuk memperkuat sikap demokratis.

Ia mengingatkan agar perbedaan pilihan politik tidak menjadi alasan untuk memutus hubungan sosial. Menurutnya, generasi muda perlu memahami bahwa demokrasi tidak hanya berkaitan dengan hak memilih, tetapi juga kemampuan menerima perbedaan.

 Baca Juga: Saka Adhyasta Pemilu Sintang Disiapkan Hadapi Hoaks, Anak Muda Diminta Tak Asal Sebar Informasi

“Demokrasi bukan perlombaan untuk membuat semua orang memiliki pilihan yang sama. Yang penting adalah bagaimana kita menghargai pilihan orang lain tanpa merusak persaudaraan,” ucapnya.

Asmidi menambahkan, pengurus Saka Adhyasta Pemilu harus menjalankan amanah secara serius. Posisi dalam organisasi, kata dia, bukan sekadar penghargaan, melainkan tanggung jawab untuk memberi manfaat.

"Kami berharap wadah tersebut mampu melahirkan generasi muda yang kritis terhadap informasi, memahami aturan pemilu dan tetap menjaga etika dalam menghadapi perbedaan," tutupnya. (nda)

Editor : Miftakhair
Saka Adhyasta sintang organisasi demokrasi pramuka