PONTIANAK POST - Pemerintah Kabupaten Sintang menyiapkan pengadaan alat berat berupa ekskavator yang akan ditempatkan di setiap kecamatan sebagai satu diantara upaya mengurangi praktik pembukaan lahan dengan cara membakar. Kebijakan tersebut sekaligus diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan dan memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Wakil Bupati Sintang Florensius Ronny mengatakan, Bupati Sintang telah memberikan arahan agar rencana pengadaan ekskavator tersebut diajukan kepada DPRD Sintang. Alat berat nantinya tidak hanya digunakan untuk kepentingan penanganan karhutla, tetapi juga mendukung aktivitas pertanian dan program ketahanan pangan.
“Bapak Bupati sudah mengarahkan agar pengadaan ekskavator diajukan ke DPRD Sintang. Rencananya alat ini ditempatkan di semua kecamatan untuk membantu ketahanan pangan,” ujar Ronny, Jum'at (28/8).
Baca Juga: Memutus Lingkaran Setan Karhutla di Kalimantan Barat
Ronny juga menegaskan pemerintah daerah siap mengikuti arahan pemerintah pusat dan Mabes TNI dalam menghadapi ancaman karhutla. Penanganan tidak hanya dilakukan ketika kebakaran terjadi, tetapi juga diarahkan pada pencegahan dengan menyediakan sarana yang dapat membantu masyarakat mengelola lahan.
Ia menyatakan, ketersediaan alat berat di tingkat kecamatan dapat menjadi salah satu solusi untuk mengubah kebiasaan masyarakat dalam membuka lahan pertanian.
Ia berharap keberadaan alat berat dapat memberikan alternatif bagi masyarakat yang hendak membuka lahan tanpa harus menggunakan api. Dengan tersedianya fasilitas pendukung, pemerintah ingin memperkecil alasan masyarakat memilih pembakaran sebagai metode pembukaan lahan.
“Mudah-mudahan ini dapat mengurangi masyarakat membuka lahan pertanian menggunakan sistem bakar,” kata Ronny. (nda)
Editor : Hanif