PONTIANAK POST - Pemerintah Kabupaten Sintang kembali mengubah jadwal Pameran Pembangunan, Ekonomi Kreatif, Kelam Tourism Festival dan Panggung Hiburan Rakyat 2026. Kegiatan yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung lebih awal kini ditetapkan mulai 7 September 2026, namun pelaksanaannya masih bergantung pada kondisi kabut asap.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Kartiyus mengatakan, keputusan tersebut diambil setelah pemerintah mempertimbangkan kondisi kualitas udara serta masukan dari berbagai pihak. Jika asap masih pekat, pelaksanaan kegiatan berpotensi kembali disesuaikan.
“Pelaksanaan Pameran Pembangunan, Ekonomi Kreatif, Kelam Tourism Festival dan Panggung Hiburan Rakyat 2026 diundur ke 7 September 2026,” kata Kartiyus, Senin (31/8).
Baca Juga: Mahasiswa Kesehatan di Sintang Diminta Jadi Garda Pencegahan IMS, Ini Peran yang Diharapkan
Menurutnya, perubahan jadwal tersebut merupakan hasil pembahasan bersama Wakil Bupati Sintang pada Jumat (28/8). Kondisi asap akibat kebakaran hutan dan lahan menjadi salah satu pertimbangan utama pemerintah dalam menentukan waktu pelaksanaan.
“Pengunduran jadwal ini setelah memperhatikan kondisi asap, masukan dari berbagai pihak dan berbagai pertimbangan. Itupun kalau kondisi asap berkurang,” ujarnya.
Kartiyus mengatakan, pemerintah masih mencermati perkembangan cuaca untuk memastikan kegiatan dapat berlangsung dalam kondisi yang lebih aman bagi masyarakat. Berdasarkan informasi dan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sintang, peluang hujan diperkirakan muncul pada 4 dan 5 September.
“Berdasarkan informasi dan analisa BMKG Sintang, pada 4 dan 5 September akan ada hujan. Mudah-mudahan hujan tersebut dapat mengurangi asap,” katanya.
Baca Juga: Berpacu dengan Angin, Tim Karhutla Brimob Jinakkan Api di Sintang
Keputusan menunggu kondisi udara membaik juga berkaitan dengan keberadaan pelaku usaha yang telah mempersiapkan diri untuk mengikuti kegiatan. Kartiyus menyebut sejumlah peserta, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), telah membayar biaya sewa stan.
“Para peserta, khususnya UMKM, sudah membayar biaya sewa stand dan sudah menunggu kegiatan ini dilaksanakan,” ungkapnya.
Meski jadwal sementara telah ditetapkan, pemerintah belum memastikan kegiatan akan berlangsung apabila kondisi asap belum membaik. "Faktor kesehatan masyarakat tetap menjadi pertimbangan dalam pelaksanaan agenda yang melibatkan banyak orang," tegasnya.
Pemkab Sintang kini menunggu perkembangan cuaca hingga beberapa hari sebelum tanggal pelaksanaan. Hujan yang diperkirakan turun di awal September diharapkan mampu menekan kabut asap sehingga kegiatan dapat digelar tanpa menambah risiko bagi peserta maupun masyarakat. (nda)
Editor : Miftakhair