PONTIANAK POST - Antrean panjang di sejumlah SPBU menjadi persoalan yang kembali mencuat di Kabupaten Sintang di tengah musim kemarau yang masih berlangsung. Kondisi tersebut membuat pemkab meminta Pertamina memastikan pasokan Pertalite bersubsidi tetap tersedia dan penyalurannya berjalan sesuai ketentuan. Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala mengatakan keluhan masyarakat menjadi alasan pemerintah daerah meminta penjelasan langsung mengenai pasokan Pertalite.
“Kemarau masih panjang, debit air sungai surut, antrean di SPBU juga panjang. Kami perlu mendapatkan penjelasan dari Pertamina mengenai kondisi sebenarnya suplai BBM bersubsidi untuk Kabupaten Sintang,” ujar Bala dalam rapat koordinasi pengendalian dan pengawasan pendistribusian BBM, Jumat (4/9).
Menurut Bala, kondisi kemarau dan surutnya debit sungai berpotensi memengaruhi kelancaran distribusi logistik, termasuk pengiriman BBM ke Sintang. Ia meminta Pertamina memberikan laporan mengenai jumlah BBM bersubsidi yang dikirim setiap hari ke Kabupaten Sintang.
Baca Juga: Kuota Pertalite Sintang Bertambah, Aturan Pembatasan Pembelian via Barcode Belum Jelas
“Kami berharap penyaluran BBM bersubsidi ke masyarakat Kabupaten Sintang lancar dan tepat sasaran, supaya proses ekonomi di wilayah kami tidak terkendala,” ungkap Bala.
Selain persoalan pasokan, Bala menyoroti mekanisme pembelian menggunakan barcode di SPBU. Ia meminta sistem tersebut tidak sekadar menjadi formalitas, tetapi dilengkapi aturan yang jelas dan dapat diterapkan secara konsisten. Pemkab juga meminta Pertamina menertibkan praktik pengisian BBM yang tidak wajar, termasuk penggunaan tangki kendaraan yang telah dimodifikasi maupun pengisian secara berulang. (nda)
Editor : Hanif