PONTIANAK POST - Sebanyak 30 personel Brimob dikerahkan untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Sintang. Tambahan kekuatan ini disiapkan untuk mempercepat respons petugas menghadapi kebakaran yang masih terjadi di tengah kondisi kemarau. Wakapolres Sintang Kompol Wawan Dermawan mengatakan kehadiran personel Brimob menjadi bagian dari langkah Polri menambah kekuatan di wilayah yang membutuhkan dukungan dalam penanganan karhutla.
“Kehadiran personel Brimob merupakan bagian dari upaya Polri memperkuat penanganan Karhutla, terutama di wilayah yang membutuhkan tambahan kekuatan dan Sintang salah satunya,” kata Wawan, Jumat (11/9).
Wawan menuturkan, kondisi karhutla yang masih berlangsung membutuhkan pola penanganan yang cepat dan terpadu. Dia menyebut sinergi antarunsur serta koordinasi antara kepolisian, TNI, pemerintah daerah serta unsur terkait diperlukan agar penanganan di lapangan dapat berjalan lebih efektif. Penambahan personel Brimob diharapkan dapat memperkuat petugas yang selama ini bekerja di lapangan. Selain membantu proses pemadaman, keberadaan personel tambahan dapat mendukung upaya pengendalian kebakaran pada lokasi yang membutuhkan kekuatan lebih besar.
Baca Juga: Retribusi Kebersihan Sintang Masuk Tagihan Perumdam, Tarif Mulai Rp5.000
“Penambahan kekuatan personel diharapkan mampu mempercepat respons terhadap setiap kejadian Karhutla sekaligus meminimalkan risiko meluasnya kebakaran dan dampaknya terhadap masyarakat,” katanya.
Upaya pemadaman dilakukan secara terpadu dengan mengerahkan personel dan peralatan sesuai kondisi di lapangan. Petugas juga terus berkoordinasi untuk memastikan setiap titik kebakaran dapat dikendalikan sebelum berkembang menjadi lebih besar. (nda)
Editor : Miftahul Khair