Antisipasi TBS Petani Tak Terserap, Bupati Sintang Minta Perusahaan Tambah Armada Truk Tangki CPO

Riska Nanda Kumala Sari • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 10:09 WIB
Gregorius Herkulanus Bala
Gregorius Herkulanus Bala

PONTIANAK POST  - Keterbatasan angkutan Crude Palm Oil (CPO) menuju Pontianak menjadi salah satu hambatan produksi pabrik kelapa sawit (PKS) di Kabupaten Sintang. Kondisi ini turut berdampak pada kemampuan pabrik menyerap Tandan Buah Segar (TBS) dari petani mandiri.

Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala meminta perusahaan perkebunan dan PKS menyiapkan data serta fakta mengenai penurunan produksi CPO sebagai bahan pembahasan bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.

Ia mengatakan, data tersebut penting untuk menggambarkan kondisi sebenarnya di lapangan, terutama setelah pengiriman CPO harus lebih banyak mengandalkan jalur darat menuju Pontianak.

 Baca Juga: Hadapi Kemarau Panjang, Pemkab Sintang Siapkan 88 Ton Stok Beras hingga Petakan Desa Terisolir

“PKS harus menyiapkan data dan fakta terkait penurunan produksi CPO. Ini perlu disampaikan kepada pemerintah provinsi agar persoalannya bisa dilihat secara jelas,” ujar Bala, Rabu (16/9).

Bala meminta persoalan angkutan tersebut tidak hanya dilihat sebagai kendala perusahaan, tetapi juga dikaitkan dengan keberlangsungan penyerapan hasil panen petani. 

Dia menyarankan PKS menambah armada truk tangki yang digunakan untuk mengangkut CPO ke Pontianak. Penambahan armada diharapkan dapat memperlancar distribusi sekaligus menjaga kegiatan produksi tetap berjalan.

“Kalau jalur darat menjadi pilihan sementara, maka armada angkutan CPO harus ditambah. Jangan sampai keterbatasan transportasi membuat TBS masyarakat tidak terserap,” ungkap Bala. (nda)

Editor : Miftahul Khair
TBS petani Armada CPO Sintang Gregorius Herkulanus Bala sintang pks