PONTIANAK POST - Kualitas sumber daya manusia Sintang pada masa mendatang bergantung pada kesiapan pendidikan sejak dini, terutama peran guru dalam membentuk kemampuan dan karakter anak. Guru tidak hanya dituntut menguasai materi pelajaran, tetapi juga menjaga kesehatan, kreativitas, kekompakan, serta semangat kebersamaan dalam menjalankan tugas.
Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala mengatakan, tantangan dunia pendidikan membutuhkan tenaga pendidik yang mampu beradaptasi dan bekerja sama. Kondisi guru yang sehat dan kreatif dinilai dapat menunjang proses pembelajaran sekaligus menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik.
“Jika kita menginginkan Sintang yang lebih baik pada masa depan, persiapannya harus dimulai dari anak-anak hari ini. Guru memiliki peran besar untuk memastikan mereka tumbuh dengan bekal pengetahuan dan karakter yang memadai,” ujar Bala, Minggu (11/10).
Baca Juga: Romi Wijaya Tegaskan Komitmen Pemkab Kayong Utara Perkuat Pendidikan Anak Usia Dini
Ia menjelaskan, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang hasilnya tidak selalu terlihat dalam waktu singkat. Karena itu, proses mendidik anak perlu dijalankan secara konsisten dengan dukungan lingkungan sekolah, keluarga, masyarakat, dan pemerintah.
"Guru juga menghadapi tuntutan untuk terus mengembangkan kreativitas dalam pembelajaran," tuturnya.
Bala berharap pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan anak mampu membuat kegiatan belajar lebih efektif, sekaligus membantu peserta didik mengembangkan potensi masing-masing. Selain kemampuan individu, kekompakan antarguru turut menentukan suasana pendidikan di sekolah.
"Dengan bekerjasama memungkinkan tenaga pendidik saling bertukar pengalaman, mencari solusi atas persoalan pembelajaran, serta membangun lingkungan kerja yang mendukung," ungkapnya.
Baca Juga: Kalbar-Sarawak Perkuat Kerja Sama Perdagangan, Pariwisata, dan Pendidikan
Bala mengingatkan bahwa pembangunan sumber daya manusia membutuhkan tanggung jawab bersama. Pemerintah dapat menyiapkan kebijakan dan dukungan, tetapi pelaksanaannya perlu berjalan seiring dengan komitmen para pendidik di lapangan.
“Menyiapkan masa depan Sintang berarti menyiapkan anak-anak sejak sekarang. Tugas ini tidak dapat dikerjakan satu pihak saja, melainkan melalui kerja bersama,” tutupnya. (nda)
Editor : Super Admin