Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

iPhone 18 Pro Pamer Kamera Baru, Tapi Ahli Bilang: Upgrade Ini Cuma Gimmick Mahal?

Budi Miank • Senin, 20 April 2026 | 16:48 WIB
Ilustrasi iPhone generasi terbaru dengan modul kamera belakang. (Ilustrasi Generated AI)
Ilustrasi iPhone generasi terbaru dengan modul kamera belakang. (Ilustrasi Generated AI)

PONTIANAK POST -  Apple dikabarkan akan menyematkan fitur aperture variabel pada kamera utama iPhone 18 Pro. 
Namun, peningkatan yang digadang-gadang jadi sorotan utama di peluncuran September 2026 itu dinilai tidak akan membawa perubahan signifikan pada kualitas foto pengguna kebanyakan.

Dilansir dari PhoneArena, kolumnis teknologi Ilia Temelkov menilai fitur tersebut lebih bersifat teknis ketimbang revolusioner. 

Baca Juga: Rilis iPhone 18 Tak Lagi Serentak, Ini Alasan Apple Siapkan iPhone Lipat Rp32 Juta Nongol Lebih Dulu

Ia bahkan menyebut penambahan mekanisme aperture variabel berpotensi menambah kompleksitas perangkat tanpa dampak nyata pada hasil foto.

“Aperture variabel tidak akan membantu kamera iPhone 18 Pro menghasilkan foto dengan latar belakang blur yang indah secara alami dengan sendirinya,” kata Temelkov dikutip dari PhoneArena.

Menurutnya, keterbatasan ukuran sensor kamera smartphone membuat efek bukaan lensa tidak sekuat kamera profesional.

Laporan rantai pasok dari Tiongkok menyebutkan, iPhone 18 Pro akan dibekali lensa dengan bukaan yang bisa diatur, berbeda dari model sebelumnya yang menggunakan aperture tetap di f/1.78. 

Secara teori, bukaan lensa menentukan banyaknya cahaya yang masuk ke sensor serta kedalaman bidang (depth of field).

Baca Juga: iPhone 18 Pro Bakal Rilis September Nanti, Terungkap Alasan Kenapa HP Baru Apple Ini Layak Ditunggu

Pada kamera profesional, fitur ini memungkinkan fotografer mengatur latar belakang blur alami dan pencahayaan lebih presisi. 

Namun pada smartphone dengan sensor kecil, efek tersebut disebut jauh berkurang karena keterbatasan fisik perangkat.

Temelkov menjelaskan, meski aperture dapat ditutup untuk mengurangi cahaya berlebih, nilai bukaan minimum di iPhone 18 Pro diperkirakan tidak jauh berbeda dari generasi sebelumnya. 

Artinya, kemampuan menciptakan efek bokeh alami atau peningkatan signifikan di kondisi minim cahaya dinilai tetap terbatas.

“Menambahkan opsi untuk menutup aperture jarang benar-benar diperlukan saat mengambil foto dengan ponsel,” tegasnya.

Fitur ini justru dinilai lebih relevan bagi videografer profesional. 

Baca Juga: Apple Konsep Ulang iPhone Air 2, Tambah Kamera yang Bikin HP Tipis Ini Layak Dibeli

Dalam produksi video sinematik, dikenal standar 180-degree shutter, yakni kecepatan rana dua kali frame rate untuk menghasilkan motion blur alami. 

Pada model sebelumnya seperti iPhone 17, pengguna harus menambah filter eksternal agar pencahayaan tetap seimbang saat mengikuti standar tersebut.

Dengan aperture variabel, bukaan lensa bisa disesuaikan tanpa perlu filter tambahan. Namun lagi-lagi, fitur ini dianggap hanya menyasar segmen pengguna tertentu.

Selain itu, penambahan komponen mekanis pada modul kamera berisiko meningkatkan potensi gangguan teknis dan memperbesar dimensi kamera. 

Baca Juga: Desain Aneh iPhone Ultra Terbongkar, Tipis Banget, Hilang Face ID, Diganti Tombol Kamera

Samsung sendiri pernah menghentikan penggunaan teknologi serupa setelah seri Galaxy S10.

Sebagai alternatif, Temelkov menilai peningkatan sensor ke ukuran lebih besar akan jauh lebih berdampak terhadap kualitas foto dan video, termasuk performa cahaya rendah serta kedalaman gambar yang lebih natural.

Ia menduga iPhone 18 Pro kemungkinan menjadi model transisi sebelum Apple menyiapkan pembaruan besar pada peringatan 20 tahun iPhone di 2027.

“Aperture variabel jelas tidak sebanding dengan usaha maupun antusiasme yang dibangun di sekitarnya,” tutupnya.(*)

Editor : Budi Miank
#iPhone 18 Pro #aperture variabel #fitur video sinematik #kamera #apple