PONTIANAK POST - Dominasi chipset Qualcomm melalui lini Snapdragon masih belum tergoyahkan di seri Samsung Galaxy S26.
Meski Samsung kembali menghadirkan Exynos, kontribusinya disebut belum cukup besar untuk menggantikan peran Snapdragon secara menyeluruh.
Laporan Sammy Fans menyebutkan bahwa lebih dari 70 persen perangkat Galaxy S26 masih ditenagai Snapdragon, sementara Exynos hanya mencakup sekitar 30 persen.
Baca Juga: Samsung Galaxy S26 Ultra vs iPhone 17 Pro Max, Adu Kencang Berakhir Tipis dengan Hasil Mengejutkan
Hal ini menunjukkan ketergantungan Samsung terhadap chipset buatan Qualcomm masih sangat kuat, terutama untuk menjaga performa flagship.
Model Samsung Galaxy S26 Ultra bahkan sepenuhnya menggunakan Snapdragon di semua pasar global dan menjadi varian paling laris dalam lini tersebut.
Sementara itu, Galaxy S26 standar dan S26 Plus lebih banyak mengandalkan Exynos di sejumlah wilayah.
Meski begitu, Samsung terus mengembangkan chipset internalnya.
Baca Juga: Bocoran Samsung Galaxy S27 Ultra, Snapdragon 2nm Siap Ubah Standar Performa Smartphone Premium
Exynos 2600 yang digunakan saat ini sudah memakai teknologi fabrikasi 2nm GAA, menjadikannya salah satu chip mobile paling maju secara teknis.
Pengembangan berlanjut ke Exynos 2700 yang disiapkan untuk generasi berikutnya.
Namun, sejumlah tantangan masih membayangi Exynos, termasuk isu performa yang belum konsisten serta potensi panas berlebih dalam penggunaan berat.
Faktor ini membuat Samsung tetap mempertahankan Snapdragon sebagai pilihan utama, khususnya di segmen premium.
Ke depan, porsi Exynos diprediksi meningkat hingga 50 persen pada seri Galaxy S27.
Meski demikian, varian Ultra kemungkinan besar tetap menggunakan Snapdragon secara global, sejalan dengan strategi performa tinggi yang diusung Samsung.
Di sisi lain, Qualcomm juga tidak tinggal diam.
Generasi terbaru Snapdragon disebut akan menggunakan teknologi 2nm dari TSMC, menjaga persaingan tetap ketat di industri chipset mobile.
Hubungan antara Samsung dan Qualcomm sendiri disebut tetap stabil melalui kerja sama jangka panjang, meski belum ada konfirmasi resmi terkait kewajiban penggunaan Snapdragon di lini flagship Ultra.
Samsung masih berada dalam fase transisi untuk memperkuat ekosistem chipset internalnya.
Hingga saat itu terwujud, Snapdragon tampaknya masih akan menjadi tulang punggung performa Galaxy di pasar global.(*)
Editor : Budi Miank