Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

AI Diagnosis Penyakit Pasien Lebih Akurat dari Dokter, Temuan Baru Harvard

Uray Ronald • Kamis, 7 Mei 2026 | 22:12 WIB
Ilustrasi. (Shutterstock)
Ilustrasi. (Shutterstock)

 

PONTIANAK POST - Dunia medis modern sedang menyaksikan pergeseran besar dalam cara mendiagnosis penyakit.

Harvard Medical School mencatat sistem kecerdasan buatan (AI) berbasis model OpenAI mampu memberikan diagnosis di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dengan tingkat akurasi yang melampaui dokter manusia.

Temuan mengejutkan ini merupakan hasil uji klinis terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Science.

Penelitian tersebut melibatkan kolaborasi intensif dengan Beth Israel Deaconess Medical Center untuk membandingkan performa simulasi penanganan kasus darurat.

Performa Unggul Model OpenAI o1 dalam Proses Triase

Melansir The Guardian, Kamis (7/5), AI yang menggunakan model penalaran OpenAI o1 menunjukkan performa luar biasa pada tahap triase.

Proses ini merupakan penilaian awal untuk menentukan tingkat kegawatan serta prioritas penanganan pasien di IGD.

Baca Juga: Artificial Intelligence Melengkapi Kecerdasan Manusia

Dalam pengujian terhadap 76 pasien di rumah sakit Boston, AI berhasil memberikan diagnosis tepat pada 67 persen kasus.

Sebagai perbandingan, dokter manusia dalam simulasi yang sama berada di kisaran akurasi 50–55 persen.

Keunggulan AI semakin terlihat jelas ketika data klinis yang diberikan kepada sistem diperluas.

Tingkat akurasi AI melonjak hingga 82 persen, sementara kemampuan diagnosis dokter manusia tetap berada di rentang 70–79 persen.

Masa Depan Praktik Kedokteran Modern

Penulis utama studi tersebut, Arjun Manrai, menyatakan bahwa hasil riset ini menandai perubahan besar dalam praktik kedokteran.

Meski demikian, kehadiran teknologi ini tidak serta-merta menggeser peran tenaga medis secara total.

“Saya tidak berpikir temuan kami berarti AI akan menggantikan dokter,” ungkap Manrai.

Ia menekankan bahwa teknologi ini merupakan alat bantu yang sangat mumpuni.

Manrai menambahkan bahwa dunia sedang menyaksikan perubahan teknologi yang sangat mendalam.

Kehadiran AI ini diprediksi akan membentuk ulang wajah dunia kedokteran serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di masa depan.(din/gas)

Editor : Uray Ronald
#AI Diagnosis Penyakit #OpenAI o1 Medis #Riset Harvard Medical School #Teknologi Kedokteran #Diagnosis IGD.