PONTIANAK POST - Sony kembali mencoba mengguncang pasar smartphone premium global lewat peluncuran resmi Xperia I VIII.
Menariknya, sebelum diperkenalkan secara resmi, bocoran spesifikasi dan desain ponsel flagship tersebut sudah lebih dulu ramai beredar di internet.
Perangkat anyar dari Sony itu disebut membawa pendekatan berbeda dibanding rival Android lainnya.
Baca Juga: One UI 8.5 Resmi Meluncur, Namun Galaxy S25 Ultra Tak Dapat Fitur Video Stabil S26 Ultra
Xperia I VIII tetap mempertahankan layar tanpa notch di bagian depan, sementara sektor fotografi menjadi sorotan utama berkat konfigurasi tiga kamera belakang dengan lensa telephoto 70mm yang diklaim mampu menghadirkan pengalaman fotografi ala kamera profesional.
Peluncuran Xperia I VIII akan disiarkan langsung melalui kanal YouTube resmi Sony mulai pukul 02.00 UTC.
Render bocoran yang beredar dan dibagikan oleh pembocor teknologi Roland Quandt, Xperia I VIII tampil dengan modul tiga kamera belakang yang disusun membentuk pola huruf L terbalik.
Konfigurasi kameranya disebut terdiri dari kamera utama 24mm, ultrawide 16mm, dan telephoto 70mm.
Baca Juga: Samsung Galaxy A57 Ternyata Bisa Gantikan S21 FE, Performa Kencang Harga Lebih Bersahabat
Sensor kamera telephoto pada Xperia I VIII juga dikabarkan menggunakan ukuran sensor antara 1/3 inci hingga 1/2 inci.
Jika rumor tersebut benar, Sony diprediksi masih fokus mempertahankan kualitas zoom optik khas lini Xperia premium.
“Sony Xperia 1 VIII untuk zoom 80mm menggunakan sensor Sony LYT700 1/1.56 inci dengan aperture f/2.5,” tulis akun pembaca bernama Taanidulac dalam kolom komentar GSMArena.
Meski Sony belum mengungkap spesifikasi resmi maupun harga perangkat tersebut, sejumlah bocoran sebelumnya menyebut Xperia I VIII kemungkinan akan dibanderol di kisaran 1.400 Euro atau sekitar Rp24,5 juta setelah dikonversi ke mata uang Indonesia.
Di sisi lain, sebagian penggemar Sony masih menyoroti strategi perusahaan yang tetap mempertahankan jack audio 3,5mm dan slot kartu microSD di tengah tren smartphone modern yang mulai meninggalkan fitur tersebut.(*)
Editor : Budi Miank