PONTIANAK POST - Samsung dikabarkan mulai mengubah strategi besar di pasar ponsel lipat lewat Galaxy Z Fold 8 Wide.
Alih-alih mengejar spesifikasi paling tinggi, raksasa teknologi asal Korea Selatan itu disebut lebih fokus menghadirkan foldable yang lebih terjangkau dan fleksibel untuk menjangkau pasar lebih luas.
Langkah tersebut muncul di tengah persaingan panas dengan Apple yang dirumorkan segera merilis iPhone Ultra.
Samsung bahkan disebut rela memangkas sejumlah fitur premium demi menjaga harga Galaxy Z Fold 8 Wide tetap kompetitif.
Perubahan paling mencolok terlihat pada sektor kamera.
Samsung dilaporkan menurunkan sensor utama dari 200MP menjadi 50MP, sebuah keputusan yang dinilai sebagai kompromi besar demi efisiensi biaya produksi.
Dilansir dari Geeky Gadgets, Galaxy Z Fold 8 Wide tetap akan membawa kamera ultrawide 50MP yang mengalami peningkatan dari generasi sebelumnya yang hanya 12MP.
Baca Juga: iPhone Lipat Apple Disebut Bakal Kalahkan Galaxy Z Fold, Bongkar Pasang Kini Lebih Mudah
Sementara kamera depan disebut masih bertahan di resolusi 10MP.
Meski mengalami penurunan di kamera utama, Samsung diyakini ingin memosisikan perangkat ini sebagai foldable yang lebih praktis dan mudah dijangkau dibanding model flagship murni.
Galaxy Z Fold 8 Wide disebut akan menggunakan chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 secara global dengan RAM 12GB dan pilihan penyimpanan hingga 1TB.
Untuk layar, Samsung menghadirkan panel OLED lipat 7,5 inci dengan rasio 4:3 serta layar luar 5,4 inci bergaya “passport” yang lebih pendek dan lebar dibanding generasi sebelumnya.
Di sektor baterai, perangkat ini dirumorkan memiliki kapasitas 4.800mAh, sedikit lebih kecil dari Galaxy Z Fold 8 standar yang diperkirakan membawa baterai 5.000mAh.
Samsung juga disebut menghadirkan dukungan pengisian daya magnetik Qi2 dan kemungkinan kembalinya dukungan S Pen dengan teknologi digitizer yang lebih tipis.
Baca Juga: Harga Xiaomi 17 Max Tembus Rp18 Juta, Spesifikasi Gahar Siap Tantang Flagship Dunia
Menurut laporan tersebut, strategi Samsung kini mulai terbagi menjadi dua arah berbeda.
Galaxy Z Fold 8 reguler akan difokuskan untuk pengguna yang mengutamakan kualitas kamera premium, sedangkan Galaxy Z Fold 8 Wide diposisikan sebagai foldable serbaguna dengan harga lebih kompetitif.
Pendekatan ini dianggap sebagai upaya Samsung mempertahankan dominasi di pasar foldable sekaligus menghadapi ancaman Apple yang disebut bakal membawa teknologi kamera lebih modern pada iPhone Ultra lipat.
Apple sendiri dirumorkan menggunakan sensor kamera profesional 48MP dengan kualitas imaging lebih mutakhir, walaupun tanpa lensa telefoto.
Geeky Gadgets menilai keberhasilan Galaxy Z Fold 8 Wide nantinya sangat bergantung pada harga resmi yang ditawarkan Samsung.
Jika selisih harga dengan iPhone Ultra terlalu tipis, penggunaan hardware lama bisa menjadi kelemahan serius.
Sebaliknya, bila Samsung mampu menghadirkan foldable dengan harga lebih murah secara signifikan, Galaxy Z Fold 8 Wide berpotensi menarik konsumen yang ingin mencoba teknologi layar lipat tanpa harus membayar terlalu mahal.
Persaingan Samsung dan Apple di segmen foldable diprediksi bakal menjadi penentu arah baru industri smartphone premium dalam beberapa tahun mendatang.(*)
Editor : Budi Miank