Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Samsung Galaxy S26 Ultra Didiskon Rp3,2 Juta, Tapi Pengguna Lama Mengaku Justru Lebih Rugi

Budi Miank • Selasa, 19 Mei 2026 | 11:39 WIB
Samsung Galaxy S26 Ultra disebut mengalami peningkatan produksi pada Mei 2026. (Dok. Samsung)
Samsung Galaxy S26 Ultra mendapat potongan harga baru di tengah krisis chip memori global. (Dok. Samsung)

PONTIANAK POST - Samsung resmi memangkas harga flagship Galaxy S26 Ultra di tengah tekanan krisis chip memori global yang terus memengaruhi industri smartphone. 

Namun di balik potongan harga tersebut, konsumen justru disebut mendapat promo yang lebih kecil dibanding tahun lalu.

Laporan Forbes menyebut Samsung memberikan diskon sebesar 200 dolar AS atau sekitar Rp3,26 juta untuk seluruh varian Galaxy S26 Ultra. 

Baca Juga: Samsung Galaxy S27 Ultra Dirumorkan Bawa Baterai Lebih Besar dengan Desain Lebih Tipis Tahun Depan

Harga ponsel premium itu kini dimulai dari 1.099,99 dolar AS atau sekitar Rp17,9 juta dari harga normal 1.299,99 dolar AS atau sekitar Rp21,2 juta.

Meski terlihat menarik, sejumlah analis menilai strategi promo Samsung tahun ini jauh lebih konservatif. 

Konsumen tidak lagi mendapatkan bonus besar seperti Samsung Care Plus gratis selama tiga bulan maupun kode diskon tambahan yang sebelumnya rutin diberikan lewat aplikasi Samsung Shop.

Samsung disebut mulai mengurangi agresivitas promosi akibat tekanan biaya produksi yang meningkat drastis, terutama dari sektor chip memori dan RAM.

Baca Juga: Samsung Galaxy S26 Ultra Laris Manis, Tapi Strategi Harga Samsung Tuai Kekhawatiran

Tahun lalu, Galaxy S25 Ultra mendapatkan diskon lebih besar sebesar 230 dolar AS atau sekitar Rp3,75 juta tanpa syarat trade-in. 

Selain itu, pembeli juga memperoleh bonus software trial dan aksesori dengan harga khusus.

Kini, potongan harga Galaxy S26 Ultra memang tetap ada, tetapi beberapa keuntungan tambahan dihilangkan. 

Bahkan kode promo “APP5” yang sebelumnya memberikan tambahan diskon lima persen disebut sudah tidak lagi berlaku.

Tak hanya promo pembelian, nilai tukar tambah atau trade-in juga ikut mengalami penurunan. 

Sebagai contoh, Galaxy S22 Ultra kini hanya dihargai 260 dolar AS atau sekitar Rp4,24 juta untuk program trade-in, lebih rendah dibanding nilai Galaxy S21 Ultra tahun lalu yang mencapai 300 dolar AS atau sekitar Rp4,89 juta.

Baca Juga: Samsung Galaxy A37 Resmi Naik Harga, Tapi Masih Jadi HP Midrange Paling Diburu Tahun Ini

Hal serupa terjadi pada perangkat Apple. Nilai trade-in iPhone 14 Pro kini hanya sekitar 214 dolar AS atau Rp3,49 juta, turun dibanding iPhone 13 Pro tahun lalu yang masih dihargai 250 dolar AS atau sekitar Rp4,08 juta.

Forbes menilai langkah Samsung ini menjadi bagian dari strategi menjaga margin keuntungan di tengah biaya komponen yang terus meningkat.

Sebelumnya Samsung juga menaikkan harga Galaxy S26 reguler, Galaxy S26 Plus, lini Galaxy A terbaru, hingga Galaxy Z Fold 7.

Meski begitu, performa penjualan Galaxy S26 series justru diklaim tetap kuat. 

Baca Juga: Samsung Galaxy A57 Disebut Raja Mid-Range Baru, Performa Gahar Harga Mulai Rp9 Jutaan

Data Counterpoint Research menunjukkan penjualan kumulatif Galaxy S26 meningkat 15 persen dalam enam minggu pertama dibanding generasi Galaxy S25 pada periode yang sama tahun lalu.

Penjualan smartphone Samsung secara keseluruhan juga naik lima persen secara tahunan. 

Analis Counterpoint, Jan Stryjak, menyebut keputusan Samsung mempertahankan harga Galaxy S26 Ultra menjadi faktor penting di balik kenaikan penjualan tersebut.

Namun performa Samsung tidak sepenuhnya mulus. 

Seri Galaxy S26 dilaporkan kurang sukses di pasar China dan Jepang akibat persaingan ketat dengan merek lokal serta sensitivitas harga konsumen.

Baca Juga: Oppo Find X9 Ultra vs Galaxy S26 Ultra, Hasil Adu Kamera Ini Bikin Pengguna Samsung Kaget

Selain itu, analis IDC memperkirakan harga chip memori baru akan stabil pada akhir 2027. 
Sementara Gartner memprediksi lonjakan harga gabungan DRAM dan SSD bisa mencapai 130 persen hingga akhir 2026.(*)

Editor : Budi Miank
#Samsung Galaxy S26 Ultra #chip memori #samsung